seputarbanten.com–MERAK, General Manajer (GM) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Merak Yanus Lentanga resmi di ganti oleh Tommy Kaunang (Rabu, 27/1). perpindahan itu meninggalkan beberapa pekerjaan rumah yang harus di selesaikan oleh GM PT ASDP yang baru Sebelum meninggalkan pelabuhan Merak, Yanus menitipkan pesan terhadap penggantinya agar menyelesaikan beberapa program yang belum terealisasikan dengan baik, seperti penyelesaian pembangunan dermaga VI dan penyempurnaan tiket otomatis atau e-tiketing.
 “Kalau berbicara PR (pekerjaan rumah) sudah menjadi bagian dari rutinitas tugas, maka pekerjaan itu karena berkaitan dengan pelayanan terhadap para pengguna jasa terus berputar,” kata Yanus 
Yunus yang menjadi GM di Pelabuhan Kayangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin. Kata dia, pekerjaan yang belum sempat terealisasikan itu jangan dianggap sebagai beban, karena program tersbeut adalah kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi sebagai operator pengguna jasa penyeberangan.
“Jadi bukan soal PR, tapi lebih kepada tanggungjawab terhadap pengguna jasa. Sebenarnya kerja di lingkungan PT ASDP Selalu berkesinambungan,” tukasnya. 
Sebab kata dia, kedepan Pelabuhan Merak bakal menjadi sangat padat dan sibuk luar biasa. Karenanya, pembenahan dan penambahan onfrastruktur menjadi salah satu fakto yang harus menjadi perhatian. Dengan begitu, pelayanan terhadap para pengguna jasa penyeberangan bisa lebih maksimal. 
“Memang di waktu yang akan datang akan ada peningkatan kapasitas, terutama di sektor infrastruktur. Jadi memang kedepannya akan ditingkatkan supaya berimbang antara pelaubuhan Bakauheni dan Merak, sebab selama ini tidak berimbang, karena di bakauheni bisa sampai tujh dermaga sedangkan di merak hanya lima, jadi harus ditingkatkan,” tuturnya 
Selama ini kata dia, tidak ada kendala cukup serius dalam hal pembangunan infrastruktur di Pelabuhan Merak. Sebab, masalah pembangunan infrastruktur adalah tanggungjawab semua pihak, termasuk Pemerintah Pusat. “Kalau kita melihat tidak ada kesulitan, tapi tentu kalau bicara pembangunan itu konteksnya adalah bukan semata-mata tanggungjawab ASDP tapi lebih murni Pemerintah, kalau belum melihat itu skala prioritas secara otomatis ASDP akan mengikuti,” ujarnya. 
Menyikapi hal itu, GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak Tommy Kaunang menegaskan, dirinya akan melanjutkan semua program yang ditinggalkan oleh Yanus Lentanga. Sebab, hal itu sudah menjadi tanggungjawabnya selaku pimpinan di Pelabuhan Merak. 
“Kami akan melanjutkan tugas GM yang lama, apa yang perlu kita benahi akan kita benahi untuk kemajuan di Merak, karena persoalan di Bakauheni tidak terlalu jauh berbeda dengan Merak,” ujarnya. 
Untuk pembangunan dermaga VI lanjutnya, pihaknya tinggal menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. Sebab, hal itu sudah dalam pembahasan dan tinggal menunggu keputusan untuk melanjutkan pembangunan.
“Untuk proses dermaga VI tinggal menunggu keputusan dari pusat, mudah-mudahan tahun ini sudah mulai dibangun untuk dermaga VI, karena untuk dermaga VII masih dalam proses pembahasan,” tukasnya. 
Untuk sementara lanjutnya, dirinya akan menyelesaikan beberapa program yang ditinggalkan oleh pendahulunya. Misalnya untuk penyempurnaan tiket otomatis dan penyelesaian pembangunan penambahan dermaga. “Program jangka pendek yang akan kita lakukan adalah menyelesaikan program GM yang lama, termasuk pemutakhiran tiket elektronik, karena masih dalam tahap pembenahan. Karena kita belum lihat, nanti kami akan informasikan, kalau untuk sekarang masih dalam tahap penyempurnaan,” ujarnya. 
Reportase : Galih_Sbo#02
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: