seputarbanten.com-CILEGON,Jalur Cikuasa Pantai tepatnya di jalan raya Grogol-Merak, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol kerap dijadikan sebagai tempat mangkal para Wanita Tuna Susila (WTS) ketika malam hari. Akibat dari hal itu, warga mulai merasa resah, karena bisa menimbulkan tindakan kriminalitas dan mengganggu ketentraman warga.

Yadi, salah seorang warga setempat mengatakan, jalur tersebut biasa dijadikan sebagai tempat nongkrong wanita penghibur ketika malam hari. Akibatnya, warga merasa resah karena sudah mengganggu kenyamanan.

"Mengganggu masyarkat lain, karena berisik dengan musik yang keras, bahkan mereka sampai subuh masih beroperasi di sana, wanita penghibur di sini adalah sekitar 35 orang, dulunya Cuma ada 24 orang,” ujarnya, Jumat (29/1).

Selain itu, kekhawatiran paling tinggi adalah rusaknya generasi muda yang ada di wilayah tersebut. Soalnya, tempat beroperasi para wanita penghibur ini dekat dengan perumahan warga, sehingga hal itu bisa menular kepada masyarkat yang ada di sana.

“Yang tinggal di situ generasi muda akan mencotoh, karena mereka banyak berkeliaran dijalan, bahkan malam jumat juga tetap buka, bahkan sampai subuh,”Tegasnya

Dengan adanya aktivitas itu, citra warga Gerem juga bisa tercoreng, mengingat jalur tersebut selalu ramai dilalui oleh kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera maupun sebaliknya. Bahkan, selain menyediakan wanita penghibur, dijalur itu juga kerap dijadikan sebagai tempat pesta minuman keras.

“Di situ lalu lalang kendaraan, dan menjadi citra buruk di daerah itu,” tukasnya.
               
Sementara itu,Camat Grogol Hudri,Hasun mengatakan, Sebelumnya pihak Kecamatan sempat melakukan pemeriksaan dengan tujuan membubarkan aktivitas yang menyalahi aturan tersebut. Namun, hal itu tidak berhasil, karena ketika dilakukan pemeriksaan di tempat itu sudah tidak ada aktivitas lagi.

“Namanya tempat remang-remang kalau kita main mah dia ada, tapi pas di razia enggak ada,” ujarnya, melalui sambungan telepon

Namun kata dia, pihaknya akan terus memburu para pekerja yang mencoreng nama Kecamatan Grorol tersebut. Sebab, jika dibiarkan hal itu akan berdampak negatif terhadap masyarakat dan Pemkot Cilegon.

“Akan kita koordinasikan dengan pihak Polsek, Pol PP, Koramil dan instansi lainnya untuk memberantas tempat maksiat di sana,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk memberantas tempat maksiat di wilayah Cikuasa Pantai bukanlah hal mudah, sebab aktivitas mereka berada dekat dengan jalur kereta api, bertopeng tempat kos-kosan, dan keberadaannya bukan ditanah pribadi, sehingga harus dari orang yang berada di lingkungan itu sendiri yang melakukan pemantauan kemudian ketika ada aktivitas langsung laporkan untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Yang enak itu lurah dengan pemuda, karena waktu saya jadi lurah cukup dengan mengajak pemuda untuk menutupnya, dan mereka udah enggak lagi beroperasi,” ujarnya.

Reportase : Doni_Sbo#02

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: