seputarbanten.com- SERANG,
Persoalan lingkungan dihadapkan pula dengan kondisi emisi gas rumah kaca yang semakin meningkat. Selain itu terjadi proses penurunan kualitas lingkungan yang mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Hal itulah yang mendasari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Serang, kalangan industridan tokoh masyarakat Banten H.Embay Mulya Syarif melakukan rencana pengembangan kawasan penyangga konservasi hutan.

“Kami sudah sepakat, didukung oleh industri yang siap menyediakan bibit tanaman produktif, serta lahan yang akan dijadikawan konservasi di Desa kadubeureum dan Kadukempung Kecamatan Padarincang,”kata Kepala BLH
Kabupaten Serang

Irawan Noor seusai melakukan rakor dengan sejumlah industri di Aula BLH, Jumat (12/2/2016).
Ia menjelaskan, beberapa kawasan hutan seperti hutan pegunungan Akarsari (Gunung Aseupan, Gunung Karang dan Gunung Pulosari) merupakan salah satu kawasan sumberdaya air bagi Kabupaten Serang, Pandeglang dan Cilegon. Secara administratif sebagian masuk wilayah Kecamatan Padarincang, Ciomas dan Cinangka.
Ia menuturkan, pada musim hujan sering terjadi banjir dadakan melalui Sungai Cikalumpang yang berakibat terjadinya banjir genangan di 4 wilayah desa. Sungai tersebut mengalir dan masuk ke areal Rawa Danau. Indikator lainnya menjadi bahan pemikiran kami bersama untuk memulai tindakan yang sekiranya bisa menanggulangi persoalan yang terjadi.

“Pendekatan tidak hanya secara fisik, namun memerlukan partisipasi dan dukungan masyarakat setempat agar program ini berjalan dengan baik. Pertengahan Maret,kami akan luncurkan,”tuturnya.

Sementara itu, Embay Mulya Syarif menyambut baik kegiatan konservasi hutan di Kadubeureum dan Kadu Kempong,mengingat kegiatan tersebut juga bisa mengkaryakan masyarakat sekitar. Bisa dibayangkan apabila tidak ada kegiatan, maka masyarakat dari gunung akan turun ke kota dan dampak sosial akan terasa.

“Areal tersebut dapat digarap dengan baik dengan tujuan sebagai daerah percontohan dalam upaya pelestarian lingkungan. Dan bisa menjadi objek lapangan wisata yang bisa memberikan pengertian dan pemahaman kepada generasi muda dan kelompok masyarakat lainnya terhadap ekosistem lingkungan.Selain itu, objek wisata tersebut juga sebagai wisata pendidikan lingkungan, khususnya bagi anak sekolah, TK,SD,SMP,SMU dan pihak-pihak lainnya,”ungkapnya.

Beberapa kalangan industri yang hadir dalam rapat tersebut mendukung, bahkan mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu program konservasi hutan tersebut. Salah satunya adalah perwakilan dari industri Indah Kiat Pulp And Paper (IKPP) Anto.

“Kami siap membantu BLH dalam merencanakan kegiatan konservasi hutan, dan beberapa benih juga sudah kami siapkan.Namun untuk pertama kali tidak terlalu banyak, dan berharap kegiatan ini akan berjalan dengan sukses,”paparnya.

Selain sejumlah industryi hadir dalam kesempatan itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati lingkungan Rekonvasi Bhumi yang diwakili oleh salah stafnya Nuril Aswanto.

Dikutip : kabarbanten.com

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: