seputarbanten.com–BANTEN, Musim penghujang yang mulai sambangi Indonesia sepertinya kana membuat nyamuk betah berkembang biak dengan cepat. Tempat-tempat genangan air yang pastinya akan jadi sarang untuk para nyamuk berkembang biak yang tentunya kan sangat berbahayajika nyamuk Aedes Aegipty berkembang biak lantaran bisa menyebabkan demam berdarah (DBD).

Seperti yang terjadi di Banten, sepangjang tahun 2106 ini ada sebanyak 760 warga Banten yang terkena gigitan nayamuk dan terserang demam berdarah, sementara 25 diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten M Yanuar mengungkapkan bahwa dinas kesehatan telah turun langusn guntuk meninjau keadaan di lokasi.

“Dinas Kesehatan pun telah turun kelapangan untuk memastikan adanya kejadian luar biasa,” kata Yanuar, Rabu (3/2/106).

Menurut dari data Dina Kesehatan Provinsi Banten, kasus demam berdarah ini paling banyak terjadi di Kabupaten Tangerang dengan jumlah kasus mencapai 270 serta menyebabkan kematian hingga 13 kasus.

Untuk kasus demam berdarah tertinggi selanjutnya ada diu Kabupaten Pandeglang dengan kasus sebanyak 199 menderita demam berdarah dengan angka kematian mencapai 4 kasus.

Demam Berdarah
Bukan hanya itu saja, bahkan di Kabupaten Serang sendiri juga ada sebanyak 50 orang menderita demam berdarah serta 3 orang diantaranya meninggal dunia.

Penderita DBD di Kabupaten Lebak sebanyak 35 orang, penderita DBD di Kota Tangerang sebanyak 32 orang, di Kota Serang 44 penderita dengan korban meninggal 1 jiwa.

Terakhir kasus demam berdarah juga merambah Kota Cilegon, ada sebanyak 30 orang menderita DBD dan 2 orang diantaranya meninggal, ditambah lagi di Kota Tangsel ada sebanyak 100 orang dengan kasus sama serta terdapat 2 korban jiwa.

Untuk menanggulangi penyebaran nyamuk Aedes Aegygti, maka Dinas Keshatan menyebaran selembaran surat kesiapsiagaan menghadapi demam berdarah.

Upaya pencegahan serta juga penaggulangan juga terus dilakukan agar demamberdarah tak menjangkit lebih banyak lagi warga. Dineas Kesehatan juga mendistribusikan logistik seperti insektisida, larvasida, dan alat penunjang cepat diagnostik demam berdarah.

Maka dari itu, Yabuar menghimbau kepada msyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan serangan nyamuk demam berdarah dengan meminimalisir wadah-wadah yang biasa digenangi air.

“Saya harap masyarakat tidak panik menghadapi pemberitaan lonjakan kasus DBD. Tetapi, tetap waspada dengan melakukan upaya-upaya yang sederhana,” kata Yanuar.

Dikutip : Smeaker.com

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: