seputarbanten.com-CILEGON, Sebanyak Tujuh orang eks pengikut Gerakan fajar nusantara (gafatar) dari dua keluarga asal kampung pecek kelurahan gedong dalem kecamatan purwakarta dan warga kependilan kelurahan panggungrawi kecamatan jombang kota cilegon di pulangkan dari kalimantan.

Kepulangan warga cilegon yang menjadi bekas pengikut organisasi terlarang yang tiba di jakarta pada  sabtu sore (30/01/16), langsung dijemput kepala dinas sosial kota cilegon.Setibanya Eks pengikut ormas gafatar ini, langsung dititipkan di rumah singgah, guna menghindari adanya penolakan warga di kampung halamannya.

Menurut, Abadiyah, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Mengatakan Penitipan eks pengikut gafatar ini juga lebih dikarenakan mereka akan kembali ke rumah keluarganya, Sehingga pihak dinsos berinisiatif terlebih dahulu  menitipkannya di rumah singgah kota cilegon, yang berada di cikerai untuk diberikan pengarahan

"Iya sabtu sore kita jemput mereka dari pondok gede jakarta dari gelombang dua eks gafatar yang dipulangkan dari kalimantan dan malam ini kita titipkan mereka di rumah singgah dulu untuk diberikan pengarahan," kata abad.

Dititipkannya bekas para pengikut itu juga dilakukan agar mereka nantinya bisa kembali berbaur dengan  masyarakat dilingkungan tempat tinggalnya, dan dibina oleh petugas sebelum ahirnya dipulangkan ditengah masyarakat.

Sementara dikatakan hekki salah seorang eks gafatar menyatakan dirinya sudah keluar dari organisasi gafatar sejak resmi dibubarkan pemerintah. Hekki yang tiba bersama dua anak dan seorang istrinya mengaku akan memulai hidup dan usaha baru, bersama keluarga dan ibunya yang menetap di cilegon.

"Saya sehari-hari di kalimantan bekerja sebagai petani karena gafatar mempunyai visi misi membangun ketahanan dan kedaulatan pangan. Tapi karena saya sudah keluar saya akan kembali menjalani hidup saya dengan membuka usaha baru," kata hekki.

Diketahui keluarga, Hekki, Dan sesama eks gafatar lainnya yang mengaku lama tinggal dan menetap di bengkulu ini baru sekitar tujuh bulan tinggal di kalimantan memiliki kartu identitas tanda kependudukan sebagai warga kota cilegon,

Sehingga kemensos yang melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan dinas sosial setempat memulangkan ke daerah asalnya.

Reportase : Dewan_Sbo#01

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: