seputarbanten.com-CILEGON, Sejumlah kalangan menilai agar hari valentine atau hari kasih sayang di isi dengan kegiatan yang bermanfaat, dan tidak dirayakan dengan hal negatif seperti, pesta miras dan berbuat mesum.

Salah satu kalangan yang melarang keras adalah Relawan Pencegah Maksiat (RPM). Bahkan, kelompok ini meminta agar Pemkot Cilegon mengeluarkan surat edaran larangan penjualan kondom diseluruh toko-toko yang menyediakam alat kontrasepsi menjelang hari Valentine. Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kemaksiatan yang dilakukan oleh remaja di Kota Cilegon.Ketua RPM Kota Cilegon Dulatif mengatakan, Pemkota Cilegon harus melakukan pengawasan agar tidak terjadi kegiatan yang merusak moral remaja di Kota Cilegon, salah satunya pelarangan penjualan kondom. Itu penting untuk dilakukan, sebab pada perayaan itu banyak kalangan remaja yang terjebak dalam perbuatan maksiat, ditambah dengan pergaulanan bebas yang marak terjadi di beberapa daerah.

“Peringatan hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari itu merupakan peringatan kematian seorang pastur dan kekasihnya,” katanya,

kemarin.Larangan itu bukan tanpa alasan, sebab pada peringatan sebelumnya RPM kerap menemukan alat kontrasepsi yang berserakan ditempat-tempat sepi, seperti lapangan kosong, pinggir pantai dan beberapa tempat lainnnya. Untuk itu Satpol PP selaku penegak hukum kebijakan pemerintah harus melakukan pengawasan pada hari Vallentine nanti.

“Moral remaja kita rusak. Pokoknya Satpol PP harus bergerak kelokasi-lokasi yang terindikasi digunakan untuk hal-hal negatif,” ujarnya.

Selain itu kata dia, Pemkot Cilegon juga harus bisa menghentikan aktivitas hiburan malam. Karena dilokasi itu selalu digunakan untuk kegiatan maksiat, seperti pesta minuman keras dan prostitusi.

“Cilegon kan punya Perda, juga ada aturan pemerintah soal minuman keras. Kalau bisa aktivitas hiburan malam juga dihentikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon mengatakan, pihaknya sudah melayangkan imbauan ke masing-masing sekolah yang ada di Cilegon yang melarang siswanya merayakan hari Valentine. Sebab, pihaknya menilai peringatan hari kasih sayang cenderung mengarah pada perbuatan maksiat daripada manfaat.

“Imbauan itu sudah kami kirimkan kepada seluruh sekolah menengah yang ada di Cilegon,” ujarnya.

Dia berharap agar pihak sekolah bisa menindak lanjuti imbauan yang dilayangkan oleh pihaknya, sehingga anak-anak didik yang ada di Cilegon tidak merayakannya. Sebab, kasih sayang bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu sampai 14 Februari.

“Kalaupun ada yang merayakan, diharapkan tidak terlalu berlebihan,” ujarnya.

Selain itu, dalam surat edaran tersebut orang tua siswa diharapkan dapat melakukan pengawasan terhadap anaknya, dan meminta agar tidak keluar rumah pada malam hari. Sebab, penanaman kasih sayang, bisa dilakukan setiap saat kepada orang tua, teman dan lainnya. “Jadi, siswa harus bisa melestarikan nilai-nilai luhur dilingkungan sekolah. Sekolah sebaiknya melakukan pencegahan agar tidak ada perayaan valentine day,” ujarnya.

Pada bagian lain, Penjabat Walikota Cilegon Suyitno menegaskan, peringatan hari kasih sayang itu tidak perlu unutk dirayakan. Karena bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu selama satu tahun sekali.
“Enggak ada jaman saya peringatan itu, jadi sebaiknya diisi sama kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Reportase : Galih_Sbo#02

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: