seputarbanten.com-SOSOK, Kota Cilegon yang saat ini penduduknya sebagian besar pendatang, Berpotensi terkikisnya kebudayaan Kota Cilegon.

Hal ini dirasakan oleh pelaku seni budaya Kota Cilegon, Uyat Novayatno, Yang akrab dipanggil Mameu Yai Uyat mengaku sebagian besar generasi muda Cilegon telah melupakan kebudayaan Kota ini.

Menurut, Uyat, Saat ini pemuda Cilegon Telah melupakan bahasa daerah yang mencerminkan ciri orang cilegon.

"Jangan kan untuk bebasan (Bahasa halus asli Cilegon), Anak jaman sekarang mah bahasa daerah aja gak ngarti,"Katanya

Menurut, Uyat, Peran serta keluarga dalam melestarikan budaya berbasa cilegon ini penting, Setidaknya Keluarga memperkenalkan bahasa cilegon sejak usia dini.

"Seharusnya pemerintah memasukan mata pelajaran bahasa daerah dalam pendidikan, Sehingga bahasa Kota Cilegon tidak hilang, jika ini di masukan dalam kurikulum pendidikan ini sebagai pengenalan budaya terhadap pendatang,"Tegasnya

Uyat, , Iya mengajak generasi muda untuk selalu menggunakan bahasa cilegon dalam pergaulan sehari-hari untuk melestarikan budaya Cilegon

"Bahasa indonesai penting, Tetapi untuk bahasa jawa cilegon jangan dilupakan, pemuda cilegon setidaknya dalam pergaulan menggunakan bahasa Cilegon, Bagus lagi bisa bebasan,"Imbuhnya

Uyat, Yang merupakan pelaku seni budaya Ubrug (Seni Komedi Orang Cilegon), berharap kepada semua masyarakat untuk selalu mengenal budaya Cilegon

"Untuk masyarakat Cilegin yang ingin belajar Ubrug boleh bergabung di GRIYE SENI MAME YAI" Tandasnya

dewan_Sbo#01

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: