seputarbanten.com-CILEGON ,Berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilegon Abdul Hakim Lubis pada Juni mendatang belum mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Cilegon.

Sebab, hingga kemarin Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi belum bisa menentukan siapa pengganti Sekda selanjutnya.

Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan, dirinya belum bisa berkomentar banyak mengenai siapa pengganti Sekda selanjutnya. Sebab, sesuai dengan Undang-undang nomor: 8 tentang Kepala Daerah, dirinya harus menunggu selama enam bulan untuk melakukan penunjukan.

“Jadi saya kira, saya tunggu saja sesuai prosedur yang ada. Jadi kita tunggu sampai saya bisa melakukan proses itu (penunjukan), ditambah kita sedang menganalisa persiapan perombakan,” ujarnya, Kamis (25/2).

Adapun mekanisme yang harus dilalui oleh calon penganti Sekda adalah dengan cara lelang, bagi pejabat eselon II yang berminat tinggal mengajukan diri untuk di seleksi. Kemudian, setelah lolos tiga besar, Walikota Cilegon akan memilih salah satunya untuk menjadi Sekda Cilegon yang baru.

“Ya pasti lelang, kalau undang-undangnya lelang pasti lelang,” ujarnya.

Disinggung mengenai peluang besar pengganti Sekda adalah Asda III Sari Suryati, Iman mengaku hal itu tidak benar. Sebab, semua pejabat eselon II bisa mencalonkan diri sebagai Sekda, dan tidak ada keberpihakan dalam pemilihannya.

“Enggak ada itu isu, sebelumnya enggak ada, semua sama birokrasi mempunyai hak yang sama dalam Undang-undang ASN (Aparatur Sipil Negara) sesuai dengan persyaratan, dan itukan akan dilakukan uji kompetensi, setelah lulus ada tiga terbaik saya harus memilih salah satunya,” katanya.

Selain membahas tentang pengganti Sekda, dirinya juga sedang melakukan pembahasan mengenai rotasi pejabat dan penyegaran eselon III dan IV.

“Saya enggak bicara orang per orang, struktur per struktur. Semua yang bisa maju silahkan saja, karena itu hak birokrasi dan individu, tapi itukan melalui proses ujian. Selain sekda adalah mutasi di tingkat eselon II dan penyegaran di eselon III dan IV dengan di sesuaikna organbisasi perangkat daerah yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Abdul Hakim Lubis mengaku, tidak ada salah satu pejabatan yang dititipkan untuk menggantikan posisinya.

“Tidak ada yang diusulkan, jadi untuk pengganti Sekda itu sesuai dengan mekanisme dan undang-undang ASN, tentu nanti pak walikota akan mengarahkan kapan akan melakukan pembentukan panitia seleksi di tingkat kota, dan panitia seleksi yang menentukan materi dan sebagainya,” katanya.

Disinggung mengenai salah satu pejabat di Pemkot Cilegon yang berpeluang besar menggantikannya, dia mengaku hal itu biasa saja.

“Soal ramai dan tidak itu relatif, kita tetap akan berlakukan sesuai UU ASN, tiga diantara semua calon, dan dari ketiganya itu nanti dipilih oleh walikota. Jadi nanti para pejabat eselon II nanti ikut mendaftar siapa yang berminat dan memenuhi persyarat yang telah di tetapkan,” katanya.

galih_Sbo#02

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: