seputarbanten.com-SERANG,
KPU merencanakan Pilkada serentak akan digelar pada 15 Februari 2017. Banten termasuk salah satu provinsi yang akan menggelar pilkada serentak tersebut.
Penyelenggaraan Pilgub Banten 2017 merupakan yang ketiga bagi provinsi tanah Kesultanan tersebut. Pilgub sebelumnya yakni pada 2006 dan 2011. Pada Pilgub 2006, pasangan Ratu Atut Chosiyah-HM Masduki menjadi pemenang mengalahkan pasangan Tryana Sjam'un-Benjamin Davnie, Isrjad Djuwaeli-Daniri dan Zulkieflimansyah-Marissa Haque.
Pada Pilgub 2006 ini, kental pertarungan antara petahana tokoh Banten, dan juga “calon impor” yang disimbolkan oleh Zulkieflimansyah-Marissa Haque.
Sedangkan pada Pilgub 2011, jumlah pasangan calon berkurang menjadi 3 pasangan calon. Pada Pilgub 2011 ini, pasangan Ratu Atut Chosiyah (petahana) berpasangan dengan Rano Karno memenangkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Atut-Rano mengalahkan pasangan Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzakki.
Kini menatap Pilgub 2017, banyak kalangan memprediksi bursa cagub-cawagub akan semakin ramai dan ketat. Akankah Rano Karno sebagai petahana akan kembali memang, atau direbut calon lain.
Sementara itu, meskipun belum ada keputusan resmi, namun PDIP mengisyaratkan mengusung kembali Rano Karno pada Pilgub Banten 2017.
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Ideologi DPP PDI Perjuangan, Idham Samawi dalam rakerda PDIP Banten di Cilegon, Ahad (7/2/2016).

“Saatnya seluruh kader bersiap memenangkan kader terbaik di Banten, yang salah satunya Mas Rano Karno dalam Pilgub tahun depan. Kami ingin mempertahankan kekuasaan secara konstitusi dan dengan cara yang benar,” ujar Idham.

Sementara Rano Karno menyatakan kesiapannya melaksanakan tugas dari partai untuk kembali maju sebagai Calon Gubernur Banten.
Menurutnya arena Pilgub Banten 2017 mendatang, merupakan ujian sejauh mana militansi para kader dan dalam memperjuangkan dan mengamankan amanah garis partai.

“Siapapun yang ditugaskan harus siap dan mempersiapkan diri. Kepatuhan dan ketaaan pada garis perintah partai adalah hal yang tidak bisa ditawar tawar. Kemenangan dalam pilkada sebagai kesempatan dalam mengabdi cita cita pendiri bangsa menuju masyarakat yang sejahtera dan keberadaban,” ujarnya.

Dikutip : antaranews.com

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: