seputarbanten.com-CILEGON, Sebanyak 28 warung remang-remang yang ada di Lingkungan Cikuasa Pantai, Dan Keramat Raya Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol bebas beroperasi. Sebab, hingga kemarin belum ada tindak tegas dari Pemkot Cilegon terhadap keberadaa tempat maksiat ini.Lurah Gerem Samlawi mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap keberadaan puluhan warem yang ada di wilayahnya. Sedangkan keberadaan warem tersebar di dua lingkungan yang ada di Kelurahan Gerem.

"‎Jadi ada sembilan warem dan tiga kamar tambahan setelah rapat sembilan lagi tempat maksiat di Lingkungan Cikuasa Pantai, sementara sembilan warem lainnya ada di Lingkungan Keramat," ujarnya, kemarin.

Selain melakukan pendataan, pihak kelurahan juga pernah melakukan pemanggilan terhadap para pemilik bangunan. Hal itu dilakukan agar para pemilik bangunan melakukan pembongkaran, Akan tetapi hasil pertemuan kemarin data dikami kurang, Sehingga kami akan memanggil kembali ke 28 pemilik warem selasa besok.

"‎Data dikami setelah melakukan pertemuan masih kurang sehingga kami belum bisa bertindak, kami khawatir ada warem yang kami biarkan leluasa kalau tidak semua," ujarnya.

Dia menegaskan, bagi para pemilik bangunan diharapkan mematuhi aturan dan teguran yang dilayangkan oleh pemerintah. Sebab, keberadaan bangunan itu sudah meresahkan masyarakat dan merusak citra Pemkot Cilegon.

"Saya akan kordinasi dengan Satpol PP Kota Cilegon, Untuk Membongkar Paksa warem yang telah meresahkan masyarakat,
"Tegasnya.

Selain di Kecamatan Grogol, bangunan yang diduga sebagai warem juga marak di Kecamatan Pulomerak, untuk itu pemerintah setempat rencananya bakal melakukan pendataan dan meminta para pemilik bangunan untuk menertibkannya.Sekretaris Camat (Sekmat) Pulomerak Muhammad Hatta mengatakn, pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap beberapa bangunan yang diduga beralih fungsi menjadi tempat hiburan malam.

“Sudah kita bicarakan dengan pihak pemerintah, kita masih mendata,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Cilegon Taufiqurrohman mengatakan, pihaknya telah memanggil semua instansi terkait, termasuk semua camat yang ada di Cilegon untuk melakukan pendataan dan menertibkan semua bangunan yang diduga sebagai warem.

“Selain warem, kita juga akan menertibkan semua bangunan liar yang ada di Cilegon,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang menjadi kendala Pemkot Cilegon untuk melakukan penertiban adalah karena para pemilik bangunan menempati lahan perusahaan, untuk itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan yang lahannya digunakan sebagai tempat hiburan malam.

“Mereka ini (pemilik warem) bukan di lahan miliknya, ada yang di PJKA, di PT Kiec, dan lahan perusahaan lainnya,” ujarnya.

Disinggung mengenai bacup yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, dia menegaskan, Pemkot Cilegon tidak takut dengan hal itu. Sebab keberadaan warem sangat meresahkan masyarakat.
“Ya jadi inilah salah satu permasalahan lainnya, kalau bisa yang mem -bacup ini ditempat yang benar dan halal, jangan seperti ini,” ujarnya.

Reportase : Galih_Sbo#01

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: