seputarbanten.com-PULOMERAK, Warga yang tinggal di Lingkungan Sukasari, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak mengeluhkan bangunan yang ada di sekitar jalan raya Cilegon-Merak yang diduga beralih fungsi menjadi tempat mesum oleh sekelompok orang pada malam hari.

Informasinya, keberadaan warung yang ada di samping hotel Beach Merak itu kerap dikunjungi banyak orang pada malam hari. Bahkan, sekelompok orang itu kerap membawa minuman keras, akibatnya warga merasa resah karena dikhawatirkan terjadi tindak kriminalitas dan hal yang tidak diinginkan lainnya. Selain itu, disekitar tempat itu juga kerap dijadikan tempat nongkrong wanita penghibur.

Iwan, salah seorang warga setempat mengatakan, tempat itu kerap dijadikan sebagai tongkrongan segelintir orang ketika malam hari. Bahkan, bukan hanya laki-laki, melainkan perempuan yang di duga sebagai wanita penghibur.

“Seringkali banyak motor dan kumpul sampai tengah malam, laki-laki dan perempuan semuanya nimbrung di sana. Warga khawatir kalau mereka berbuat mesum dan membuat resah masyarakat yang ada di sekitar,” katanya,
Selain di sana lanjutnya, tempat yang sering dijadikan nongkrong dan tempat mesum adalah sekitar rel kereta api. Selain gelap, di sana juga kerap sepi ketika malam hari, sehingga kelompok ini bisa dengan bebas melakukan aktivitas seperti pesta miras dan wanita penghibur.

“Yang ditikungan banyak motor, khawatir ada kecelakaan, dan kalau malam dijadikan sebagai tempat mojok. Di rel kereta juga sama, bahkan iya khawatir dijadikan sebagai tempat mesum,” ujarnya.

Sebaiknya kata dia, pemerintah setempat sebaiknya melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap beberapa tempat yang biasa dijadikan tempat mangkal. Sebab, hal itu bisa meresahkan masyarakat, untuk itu pengawasan dari pemerintah sangat penting, agar tindak kejahatan bisa diatasi.

“Saya berharap pemerintah bisa bersikap tegas, jangan sampai mendirikan bangunan lagi, kalau bisa dipagar supaya enggak dipake mangkal lagi,” tuturnya.

Ahmad warga lainnya mengatakan, keberadaan tempat-tempat yang diduga dijadikan sebagai kumpul untuk pesta miras di wilayah Merak bukan hal yang baru, sebab hal itu sudah ada asejak lama. Untuk itu, pemerintah sebaiknya melakukan tindakan tegas dan pengawasan yang ketat agar hal-hal yang meresahkan masyarakat tidak menjamur.

“Kalau ada ditindak dan diawasi secara benar, hal itu tentu tidak akan terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah segera melakukan tindakan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Sekretaris Camat (Sekmat) Pulomerak Muhammad Hatta mengatakan, dirinya belum mengetahui permasalahan tersebut. Untuk memastikannya, pihak kecamatan bakal melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat yang dijadikan maksiat.

“Nanti saya cek bersama Pol PP, kalau hal itu terbukti benar, tentu harus dilakukan penindakan,” katanya

Reportase : Galih_Sbo#02

Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: