seputarbanten.com-PULOMERAK, Masyarakat yang terkena dampak banjir di wilayah Kecamatan Pulomerak beberapa waktu lalu mulai merasa khawatir diserang penyakit gatal dan diare. Sebab, penyakit ini biasa menyerang warga ketika setelah bencana banjir.

Ditemui, warga Merak, Mufrodi, mengaku, meski banjir sudah lewat, namun dia merasa khawatir dampak yang ditimbulkan setelahnya, terutama banyaknya penyakit yang bisa menyerang kesehatan warga.



“Banjirnya memang sudah enggak ada, tapi kita takut kena diare sama gatal,” katanya,

Meski belum merasakan dampak yang disebabkan oleh banjir beberapa waktu lalu, namun warga tetap merasa resah, sebab penyakit seperti ini bisa datang kapan saja, ditambah dengan musim hujan yang belum selesai.

“Kalau gatal belum ada yang kena, cuma namanya warga tetap merasa takut kena penyakit,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, wilayah Kecamatan Pulomerak sempat terkena banjir lantaran hujan yang ‎mengguyur pada Sabtu (28/2) dini hari, dan menyebabkan hampir seluruh wilayah ini kena banjir. Kelurahan Tamansari menjadi wilayah yang paling parah terkena banjir, yakni menggenangi 4.871 rumah warga.

Hal itu karena, drainase yang buruk serta berbarengan dengan pasang air laut, sehingga air hujan tidak segera mengalir ke Laut.Pada saat banjir, ketinggian air yang menggenangi rumah warga sampai pinggang orang dewasa, bahkan telah masuk ke dalam rumah. Untuk menyelamatkan barang berharga, warga memindahkanny ketempat yang lebih tinggi. Beruntung hal itu tidak berlangsung lama, karena air berangsur surut sekira pukul 04.00 WIB, sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Adapun wilayah yang terkena banjir adalah Kelurahan Tamansari (sebanyak 4.871 warga, Lingkungan Kampung Sawah RW.04 (RT01 sampai RT07), Lingkungan Laharmas RW.05 (RT.01,02, 04, 05), Lingkungan Bumi Waras RW.03 (RT.02, 03), Lingkungan Babakanturi RW.02 (RT.07), Lingkungan Sukasari RW.01 (RT.01), Lingkungan Baru RW.04 (RT.06), Lingkungan Medaksa (20 rumah), Lingkungan Gamblang (7 rumah), dan Lingkungan Sukarela (13 rumah).

Lurah Tamansari, Kecamatan Pulomerak Eddy Sugara mengatakan, mengenai ancaman penyakit setelah terjadinya banjir, dia menuturkan, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak puskesmas. Sehingga, ketika ada warga yang mulai diserang penyakit, bisa segera datang ke pos yang telah disediakan untuk berobat.



“Kita sudah koordinasikan dengan semua pihak terkait, jadi tidak perlu khawatir,” katanya.

Selain itu lanjutnya, Lingkungan Kampung Sawah dan Batu Bolong merupakan daerah langganan banjir.

“Warga saat banjir ada yang tetap bertahan dirumah dan ada yang mengungsi di musolah, tapi PMI (Palang Merah Indonesia) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinsos Cilegon,” katanya.

Di tempat berbeda, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pulomerak, Dr Faisal mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan kesehatan terhadap warga Merak yang terkena dampak banjir. Untuk sementara, pihaknya belum menerima laporan adanya warga yang terkena penyakit pasca banjir.

“Masih kita lihat, kalau untuk penyakit yang biasa meenyerang setelah banjir adalah gatal, pilek, dan lainnya,” ujarnya.

galih_Sbo#01
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: