seputarbanten.com-PULOMERAK,Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga Februari 2016 di Kecamatan Pulomerak bertambah dua orang. Jika sebelumnya jumlah penderita penyakit ini hanya empat orang, kini menjadi enam orang. Penderita penyakit ini berasal dari Kelurahan Suralaya dan Lebak Gede.Selain kerana dua wilayah ini memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak, faktor kebersihan juga menjadi salah satu permasalahan penyebab menyebarnya penyakit ini, sehingga nyamuk Aides Aegyptiini bisa berkembang biak di tempat-tempat sekitar wilayah tersebut, ditambah dengan tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, sehingga bisa menyebabkan genangan tempat berkembang biak nyamuk.

Kepala Puskesmas Pulomerak Faisal mengatakan, sepanjang Jenuari 2016 sedikitnya ada empat kasus DBD yang menyerang warga di dua Kelurahan tersebut. Yaitu tiga di Kelurahan Suralaya, da satu kasus di Kelurahan Lebak Gede.

“Saya khawatir kalau nanti penyakit ini semakin banyak menular terhadap masyarakat. Apalagi sekarang jumlahnya sudah bertambah dua orang lagi,” katanya

Lebih lanjut dia menjelaskan, musim hujan menjadi faktor mudahnya penyakit ini berkembang. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan bisa lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, jangan sampai ada genangan air di sekitar rumah, karena bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Memang musim hujan sehingga banyak genangan, jadi masyarakat harus lebih menjaga kebersihan dan jangan membiarkan ada genangan air,” katanya.

Nyamuk ini lanjutnya, biasa berkembang biak digenangan air yang bersih. Untuk itu , masyarakat harus lebih memperhatikan kebersihan agar penyebaran virus DBD yang di bawa oleh nyamukAides Aegypti tidak menyebar.
“Kalau untuk KLB (kejadian luar biasa_red) saya enggak terlalu khawatir, karena jumlahnya belum terlalu banyak, namun antisipasi tetap kita lakukan,” ujarnya.

Sepanjang 2015 kata dia, jumlah penderita DBD di Kecamatan Pulomerak sebanyak 48 orang meninggal dunia satu orang, sedangkan untuk 2014 sedikitnya ada 15 orang yang terjangkit penyakit yang sama. Selain itu, masih ada beberapa penyakit lain yang biasa menular pada musim hujan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan bronchitis. Hal itu karena, pada musim hujan daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang berbagai penyakit.Dari data yang ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pulomerak, sepanjang 2015 warga yang terkena penyakit ISPA sebanyak 11.226 kasus, diare sebanyak 1.441 kasus, dan bronchitis sebanyak 168 kasus.

“Jumlah masyarakat Pulomerak yang terserang penyakit ini terus bertambah, karena suhu yang dingin merupakan media bagus bagi pertumbuhan virus,” ujarnya.

Dia mengimbau agar masyarakat bisa lebih menjaga daya tahan tubuh. Sebab, pada musim hujan, bisa menyebabkan daya tahan tubuh melemah, sehingga rentan terserang penyakit.

“Kalau untuk pencegahannya, makan makanan yang tidak terlalu merangsang tenggorokan agar tidak cepat kering, dan banyak makan buah-buahan. Menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang bergizi dan menu seimbang serta istirahat yang cukup,” paparnya.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon Arriadna mengatakan, ada beberapa macam penyakit yang biasa menyerang warga ketika memasuki musim hujan, karena daya tahan tubuh yang berkurang. Untuk itu, dia mengimbau kepadamasyarakat yang ada di Kota Cilegon agar dapat menjaga vitalitas dan daya tahan tubuh. Misalnya, dengan cara memperhatikan asupan makanan dan kebutuhan cairan tubuh.

“Harus menjaga kebersihan lingkungan, apa lagi kenaikan DBD di beberapa daerah, kita harus waspada karena di sekitar kita sudah ada yang terserang penyakit ini,” ujarnya.

galih_Sbo#02
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: