seputarbanten.com- CILEGON,Penahanan Sopir Pengangkut Burung yang ditangkap sekitar dua bulan yang lalu kini di per-soalkan sebab tidak ada dua alat bukti untuk menentukannya Bahtiar Rifai Sebagai tersangka.

Menurut Kuasa Hukum Bahtiar, Ririn mengatakan, seperti yang tertera dalam amanat pasal 31 Undang-undang RI Nomor:16 tahun1992 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan. Menetapkan kliennya sebagai teraangka.

“yaitu sopir bus PO Remaja atas tuduhan telah mengangkut hewan tanpa dilengkapi dengan dokumen kesehatan,” katanya,

Kata Ririn, bukti permulaan itu tertuang dalam pasal 183 KUHAP dengan minimal mengadakan dua alat bukti, dan ini tidak ditemukan.

“Makanya kami akan melakukan gugatan pra peradilan agar status tersangka bisa ditinjau ulang,” tukasnya.

Kliennya telah dirugikan ratusan juta, ditambah dengan harus mengganti kerugian perusahaan karena bus pengengkut burung itu dilarang untuk beroperasi.

“sedangkan harga burung ditaksi sebesar Rp25 juta, ditambah akan dituntut oleh perusahaan karena tidak beroperasi sehingga kerugian klien kami sekitar Rp150 juta,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala BKP Kelas II Cilegon Bambang Hariyanto menegaskan, hingga kemarin pihaknya masih menunggu koreksi terhadap berkas yang dilayangkan kepada pihak kejaksaan.

“Data sudah dikirim ke kejaksaan atas nama riris, kita nunggu koreksi kejaksaan dulu,” ujarnya.(Asep)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: