separbanten.com-TANGGERANG, PT.KAI (Persero) Daop 1 Jakarta mendukung upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam menertibkan dan membongkar bangunan liar (Bangli) yang berdiri dipinggir rel karena menganggu keamanan.

Seperti dikutip dari Antara News, Bambang S Prayitno selaku SM Humas PT.KAI Daop 1 Jakarta di Tangerang, Rabu, mengatakan, adanya bangunan liar di pinggir rel akan menganggu perjalanan kereta api dan keselamatan warga setempat.

Maka itu, penertiban di terhadap 260 bangunan liar di dua kelurahan yakni Buaran Indah dan Tanah Tinggi, telah menganggu perjalanan KA.

Diakuinya, keberadaan bangunan liar di beberapa lokasi kerap menganggu seperti adanya insiden kebakaran serta kerusakan prasarana seperti jaringan Listrik Aliran Atas, Kabel fiber optic untuk persinyalan dan infrastruktur pendukung lainnya.

"Penertiban bangunan liar di sepanjang jalur KA Stasiun Tangerang - Stasiun Tanah Tinggi merupakan langkah baik untuk keselamatan dan keamanan," ujarnya.

Sebanyak 360 bangunan liar yang berada di atas lahan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan PT. Kererta Api Indonesia dibongkar pada hari Selasa(14/3) karena akan dijadikan lahan terbuka hijau oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Penertiban bangunan yang dijadikan usaha Rumah Potong Ayam tersebut, dilakukan dengan melakukan pemutusan hubungan listrik oleh PLN.

Satuan Polisi Pamong Praja pun membantu sejumlah warga yang memindahkan barangnya ke truk yang disediakan pemerintah kota tangerang.

Asisten Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Saeful Rohman mengatakan, 360 bangunan liar yang menempati lahan Kemkumham dan PT. KAI, yang terdiri dari 120 Rumah Potong Ayam (RPA), satu Pabrik Tahu dan empat penampungan barang bekas serta 235 bangunan yang menjadi tempat tinggal karyawan RPA.

"Kita juga sudah koordinasikan dengan Dinas Cipta Karya bahwasana bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal sudah diarahkan ke rumah susun manis di Kecamatan Jatiuwung,"ujarnya.
(*red)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: