seputarbanten.com-CILEGON, setelah dilakukan mediasi antara diaperindagkop, BPTPM, Masyarakat, Relawan Pencegah Maksiat (RPM) dan Manegement Restaurant Korea Soo Re Yeon, Di Gedung BPTPM Lantai 2, Kata Ketua RPM Cilegon, Dulatif, Tidak boleh lagi menyediakan menu yang mengandung babi (B2).

Kata, Dulatif, Mediasi yang dilakukan kemaren (18/3) mamegemen Restaurant Korea Soo Re Yeon membenarkan adanya penyajian menu B2 dan minuman keras yang mengandung Al-Qohol diatas 15%.

"Manegement Restaurant Korea Soo Re Yeon membenarkan adanya menu B2 dan minuman yang kadar Al-Qoholnya di atas 15%,"Katanya

Masih cerita, Dulatif Dalam mediasi tersebut, Dinas Perdagangan Industri Das Koprasi (Disperindagkop), Yang di wakili Iksan, Meminta Restaurant Korea Soo Re Yeon untuk tidak lagi menjual menu yang mengandung B2.

"Disperindagkop akan menyita barang tersebut jika pihak restoran tetap menjual menu b2,"Tutur Dulatif

Sementara itu, Dulatif, Menjelaskan terkait ijin restoran akan segera habis dan Badan Perizinan Terpadu Dan Penanaman Modal (BPTPM), Dita Prawira akan mengkaji ulang tata ruang untuk restoran yang menyajikan menu B2.

"Bukan hanya Disperindakop dan BPTPM saja yang akan mengawasi tetapi masarakat dan relawan pencegah maksiat pun akan terus mengontrol restroran tersebut,"Tegasnya(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: