seputarbanten.com-RAWA ARUM, Demam berdarah Dengue (DBD), di lingkungan Puskesmas Grogol Kota Cilegon, Meningkat dalam tiga bulan terakhir ditahun 2016 ini dari data yang diperoleh sebanyak 45 warga terkena DBD

Dari data tersebut kata rachmad Supriyanto Petugas Pemegang Program P2B2(Penanggulangan Penyakit Bersumber Binatang) Puskesmas Grogol, Mengatakan Tiga balita meninggal dunia dari 3 lingkungan yang berbeda, Lingkungan Baru, Curug, Dan Lingkungan Tegal Wangi

"Kemungkinan telat dibawa kerumah sakit, dan balita tersebut dinyatakan Dengue Syok Sindrom (DSS),"Katanya

Pria yang biasa di sapa, Supri, Mengaku telah melakukan penanganan DBD Sudah Maksimal dari Sebelum penyebaran DBD Di lingkungan Puskesmas Grogol, Dengan mengumpulkan Rt sebelum musih penghujan lalu.

"Kami telah memberikan arahan untuk penanggulangan DBd kepada Rt di lingkungan grogol, dari mulai pengendalian sampai penanganan pasien DBD,"Akunya kepada seputar banten (21/3).

Menurut Supriyanto, beberapa lingkungan rawa arum merupakan saspek rawan DBD setiap tahunnya, Seperti lingkungan Curug, Keserangan Dan Tegal wangi

"Setiap tahun lingkungan curug ada saja yang meninggal akibat DBD ini disebabkan keadaan lingkungannya, Bahkan setiap kali pihak puskesmas kontrol di curug selalu di temukan jentik nyamuk,"Tuturnya

Sementara Itu, Suhemi M Sai, Kasi Tata Pemerintahan Kelurahan Rawa Arum, Dengan kejadian Meningkatnya DBD hingga merenggut korban jiwa Akan mengajak masyarakat Untuk bergotong royong dan melakukan sosialisasi menyeluruh tentang pemberantasan jentik nyamuk

"Biasanya masyarakat dengan kejadian DBD meminta di lakukan voging tetapi kita harus pahami voging hanya dapat memberantas nyamuk dewasa oleh karna iti kita perlu mensosilisasikan hal ini kepada masyarakat,"Tegasnya.(Dewan).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: