seputarbanten.com-PULOMERAK, Pernikahan dibawah usia nikah atau yang disebut pernikahan dini berdasarkan data yang didapat dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pulomerak saat ini sanggat minim hal ini diungkap kepala KUA Pulomerak, H.Mohamad Abas.

Menurut, Abas dalam satu tahun angka pernikahan dini dilingkungan kecamatan pulomerak amat kecil, jumlahnya sekitar empat sampai lima dalam setahun.

"Saat ini dikecamatan pulomerak angka pernikahan dini sudah sedikit, hal ini dibuktikan dengan jumlahnya yang hanya empat sampai lima dalam setahun,"Katanya kepada seputar banten (26/4)

Menurut, Abas minimnya angka pernikahan dini ini disebabkan aturan yang dibuat pemerintah dan juga ketegasan dari KUA pulomerak yang selalu memberikan sosialisasi dan menolak adanya pernikahan dini.

"Jika ada warga yang belum cukup umur menikah (laki-laki 19 dan perempuan 16 tahun), jika harus menikah saya selalu menyarankan sesuai aturan yaitu dengan persetujuan pengadilan dan jika tidak dilakukan akan kami tolak,"Tuturnya.

Abas juga mengaku saat ini warga yang melakukan hubungan tanpa setatus pernikahan (kumpul kebo) sudah berkurang, meski ia tidak dapat membuktikan secara data.

"Sejak dibongkarnya sangkanila kegiatan kumpul kebo sudah berkurang, meski kami tidak dapat membuktikan hal tersebut,"Katanya.

Abas berharap, kepada warga yang sudah memenuhi sarat nikah untuk segera mendaptarkan kepihak KUA dan juga kepada orang tua agar menjaga anaknya agar tidak terjadi pernikahan dini.

"Saya selalu menghimbau kepada warga jika sudah memenuhi syarat nikah segera mendaftarkan diri dan nikah jika dikantor kelurahan tidak dipungut biyaya apa pun, dan orang tua agar menjaga anaknya agar terlebih dahulu menyelesaikan pendidikannya,"Harapnya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: