seputarbanten.com-MERAK, dua Balita penderita hidrosefalus yang berada di lingkunga keluraha tamansari dan mekarsari, setelah mendapatkan pemeriksaan secara intensiv oleh puskesmas pulomerak akhirnya minggu yang lalu balita tersebut dioprasi.

Memurut, kepala puskesmas pulomerak, Dr.H.Faisal kedua balita tersebut setelah mendapatkan penanganan medis dari puskesmas karna ketersediaan alat pihaknya telah merujuk ke rumah sakit umum cilegon dan akhirnya dioprasi di rumah sakit umum serang.

"Kita telah bekerjasama dengan pihak kelurahan, setelah balita siap untuk oprasi akan tetapi kesediaan alat dipuskesmas pulomerak tidak ada sehingga harus di rujuk RSUD Kota Cilegon tetapi di sarankan untuk oprasi di RSUD serang,"Katanya.

Dr.Faisal mengaku kondisi kedua balita paska oprasi sudah mulai membaik, akan tetapi tetap dalam perawatan yang intensive oleh pihak puskesmas yang dibantu oleh pemerintah kelurahan dan kader.

"Saat ini kondisinya sudah membaik tetapi perlu pengawasan dan kontor baik dari puskesmas, kader dan pemerintah,"Pengakuannya.

Sementara itu, Bidan Indri Retno Jaya Bidan pembina kelurahan tamansari mengungkapkan kondisi luka paska oprasi sudah mulai membaik dan kondisi lingkar kepala sudah mulai mengecil, meski demikian balita tersebut masih dalam pengontrolan pihak rumah sakit.

"Kondisi penderita Hidrosefalus merupakan kasus yang amat sulit disembuhkan sehingga penangannya mesti extra keras dan juga intensive,"Ungkapnya.

Karna merupakan penyakit yang sangat disembuhkan sehingga, kata bidan indri oprasi yang dilakukan pada pasien Hidrosefalus hanya mengurangi pembesar pada kepala dan perpanjangan hidup pasien.

"Kemungkinan untuk sembuh total kecil akan tetapi untuk mengupayakan pembesaran pada kepala dengan cara memberikan nutrisi,"Tegasnya.(Dewan).
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: