seputarbanten.com-CILEGON, Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon menggeledah sejumlah ruang kantor sekretariat daerah (Setda) Kota Cilegon, yang di laku sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (21/4) di Pemkot Cilegon dengan menggunakan mobil Avanza A 1115 H, dan Inova A 1525 NR.

Dari dua ruanga yang di geledah kejari diataranya ruang Perlengkapan dan Aset juga ruang pertanahan Penggeledahan itu terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) rencana tukar guling atau ruslag tanah negara di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber dengan PT Sidomulyo Selaras dan PT Makmur Permata Indah Abadi (PT MPIA).

Dari info yang didapat seputar bantem penggeledahan dilakukan oleh sekitar 4 orang penyidik dan 2 orang intel Kejari Cilegon dengan menggunakan seragam khusus. Dan lenggeledahan sendiri dibagi menjadi dua team. Untuk wilayah pertama sebanyak dua orang melakukan penggeledahan di ruang Perlengkapan dan Aset. Sedangkan untuk, wilayah dua di ruang pertanahan dilakukan oleh dua orang petugas.

Hasil penggeledahan yang dilakukan sekitar 3 jam atau hingga pukul 12.15 itu, sebanyak 1 koper yang diduga didalamnya adalah berkas-berkas langsung dimasukan kedalam mobil dengan keadaan disegel.

Kasi Intel Kejari Kota Cilegon Deji Setia Permana mengatakan, penggeledahan itu dilakukan guna mencari alat bukti terkait kasus dugaan tipikor rencana tukar guling atau ruilslag tanah negara seluas 5.312 meter di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber dengan melibatkan perusahaan besar, PT Sidomulyo Selaras dan PT MPIA itu.

"Penggeledahan ini merupakan bagian dari tambahan alat bukti, agar tidak lolos pada saat persidangan. Alat bukti yang sudah kita kumpulkan sekitar 10 alat bukti. Yang kita cari saat ini alat bukti berupa surat," katanya

Menurut Deji, sudah ada dua nama yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi lahan tukar guling (ruilslag) lahan seluas 5.312 meter di Kelurahan Kedalaman, Kecamatan Cibeber, Cilegon yang merugikan negara sekitar Rp900 juta tersebut.

"Sudah ada dua tersangka, pertama MY pada saat itu sebagai lurah Kedaleman, yang kedua DN dulunya sebagai kasubab pertanahan. Mereka ditetapkan menjadi tersangka pada tanggal 8 April 2016 lalu. Keduanya saat ini masih aktif bekerja di Pemerintahan," Tuturnya

Deji, Menambahkan kedua tersangkan akan dijerat dengan Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor. Dalam kasus ini tidak ada kerugian negara.

"Bisa disimpulkan karna ini kasus per-orangan, tidak ada kerugian negara," jelasnya.

Sementara itu, salah satu tersangka MY mengaku akan menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan tipikor rencana tukar guling atau ruilslag tanah negara seluas 5.312 meter di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber yang menjerat dirinya tersebut.

"Saya akan mengikuti semua proses hukum dan yang pasti saya sudah mengikuti sesuai dengan aturan dalam proses ruislag ini. Adapun uang Rp150 juta yang digunakannya itu untuk opesional," katanya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: