seputarbanten.com-MERAK, Dalam rangka melestarikan sumber kelautan di provinsi banten, dinas kelautan dan perikanan (DKP) provinsi banten bersama polisi air (pol air) Polda Banten, Lanal Banten, pagi tadi (21/4) melaksanakan sosialisasi kepada nelayan tanjung mili kecamatan pulomerak.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Kampung Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung mili tempatnya dibelakang Terminal Terpadu Merak, dihadiri 40 nelayan merak.

Dalam sosialisasi tersebut Kasi Penanganan Pelanggaran DKP provinsi banten, Hery Johaeri, Menjelaskan kepada nelayan tentang larangan penggunaan alat penangkap ikan yang membahayakan lingkungan, dan pelestarian hewan laut seperti lobster, kepiting dan rajungan

"Sosialisasi ini terkait permen nomer 2 tahun 2015 tentang pelarangan penggunaan penangkapan ikan dengan pukat, yang membahayakan lingkungan dan permen nomer 1 tahun 2015 tentang penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan yang mulai punah,"Jelasnya

Hery, Menambahkan penangkapan lobter, kepiting dan rajungan ini yang diperbolehkan ditangkap berdasarkan besarnya kerapas yang telah ditetapkan oleh permen tersebut, sehingga untuk pelestarian tiga jenis hewan laut tersebut tetap terjaga.

"Untuk lobster besaran kerapasnya harus melebihi 8 cm, untuk kepiting 15 cm dan rajungan 10 cm dan juga tidak boleh menangkap hewan laut tersebut yang sedang bertelor,"Tambahnya

Sementara itu, Kompol Samsul, Pol Air Polda Banten Menerangkan pihaknya akan mengawasi penggunaan alat penangkap ikan yang membahayakan lingkungan, sementara ini telah didapati 13 kasus perikanan didaerah pelabuan dan panimbang yang semuanya merupakan penyalah gunaan alat penangkap ikan,

"Untuk nelayan merak karna sebagian besar adalah nelayan dengan cara memancing pol air belum menemukan kasus, sementara hukuman bagi penyalah gunaan alat penangkap ikan ini berupa kurungan penjara dibawah dua tahun serta dilakukan pembinaan,"Terangnya kepada seputar banten.

Sementara itu, Sakban ketua Kelompok pengawas masarakat kelautan dan perikanan tanjung mili menghimbau kepada nelayan merak dengan adanya sosialisasi ini agar selalu mematuhi aturan dalam penangkapan ikan, agar kedepan anak cucu kita dapat tetap menikmati hewan laut yang mulai punah.

"Kami merasa senang dengan pelatihan ini dan kami akan terus menghimbau nelayan yang ada untuk mematuhi aturan dinas ke-lautan, karna ini juga demi pelestarian nelayan dimasa yang akan datang,"Harapnya.(Dewan).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: