seputarbanten.com-MERAK, Setelah minggu yang lalu (19/4) warga lingkungan kelurah tamansari kecamatan pulomerak melaporkan kegiatan salon esek-esek ke pada kepala kelurahan tamansari, pagi tadi (28/4), Ustad Abdul Qodir Jaelani (AQJ) Mendatangi kantor kelurahan tamansari untuk menanyakan tindak lanjut laporan warga tersebut.

Akan tetapi sesampainya Ustad AQJ di kantor kelurahan tidak ditemukan kepala kelurahan karna sedang di kantor walikota cilegon sedang menghadiri kegiatan, Dan kasi trantib kelurahan pun sedang keluar.

Karna tidak puas karna tidak adanya kepala kelurahan dan kasi trantib akhirnya AQJ menemui kapolsek pulomerak yang kebenaran sedang menghadiri Isro-mi'raj, Tujuan AQJ menemui kapolsek ini karna sudah kesal dengan kegiatan salon esek-esek dilingkungan batu bolong yang semakin meresahkan warga sekitar.

"Setelah warga melakukan pemantauan salon selama satu minggu diarea dekat salon dan terakhir dilakukan semalam 01:00 aktivitas salon ana dan yang disekitarnya salon mulai dibuka pada jam 02:00 wib dan tutup pada 07:00 wib dan terdengar suara musik yang anat keras, dan terdengar kelingkungan warga,"Tuturnya

Dalam pertemuannya dengan Kapolsek pulomerak di rumah makan takana juo saat kapolsek sedang makan siang setelah menghadiri isro-mi'raj dilingkungan baru, AQJ memaparkan tujuannya ia melapor kepada kapolsek, ia tidak mau ada tindakan warga yang main hakim sendiri dalam menyikapi salom karna warga sudah memintanya untuk melakukan penutupan paksa.

"Kalau bapak gak percaya tanya saja anak sekolah (SD batu bolong) yang mendengar suara musik dari dalam salon hingga jam masuk sekolah, hal ini yang membuat warga geram dan meminta ramai-ramai menutup salon, saya tidak ingin ini terjadi olah karnanya saya melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian,"Paparnya kepada Kapolsek pulomerak dalam pengaduannya.

AQJ, meminta pihak kepilisian pulomerak untuk menindak lanjuti laporannya karna ia khawatir jika ini dibiarkan berlama-lama warga akan bertindak main hakim sendiri dengan beramai-ramai mendatangi salon.

"Warga telah kesal pak,karana sudah satu minggu laporan kami belum juga ada tanggapan serius dari pihak kelurahan, rencananya besok (28/4) akan mendatangi kantor kecamatan, saya berharap kepolisian polsek pulomerak cepat melakukan tindakan,"Ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Pulomerak,Kompol Muhamad Yosa Hadi, berterimakasih kepada warga yang mau bersilaturohmi dan melaporkan kegiatan salon yang selama ini meresahkan warga.

"Kami telah mengetahui adaanya keresahan warga terkait salon, dan kami juga telah memantau kegiatan tersebut dan kami dalam waktu dekat akan bertemu dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk menentukan tindakan selanjutnya sesuai tupoksi kelurahan dan kecamatan yang memiliki kewenangan untuk menutup kegiatan tersebut,"Katanya Kepada AQJ

Kompol Muhamad Yosa Hadi, Meminta warga agar tidak ter-propokasi dan melakukan tindakan main hakim sendiri, karna pihaknya akan memberikan langkah terbaik untuk warga.

"Kami akan memberikan langkah terbaik, saya meminta warga untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum dalam menindak salon yang telah meresahkan warga, kami dalam waktu dekat segera mengambil langkah bersama kelurahan dan kecamatan,"Tegasnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: