seputarbanten.com-CILEGON, Keberadaan orang asing di Kota Cilegon disorot oleh para buruh di Kota Cilegon. Mereka menuding saat ini Kota Cilegon sudah banyak dipenuhi oleh pekerja asing dari Negara Korea, China, dan lainnya. Yang lebih menonjol, buruh mengangap pekerja asing lebih diutamakan dibanding buruh lokal dengan diberikan gajih yang lebih besar. Perwakilan buruh dari F-Lomenik, Jajuli meminta agar Disnaker Cilegon lebih ketat mengawasi pekerja asing.

"Awasi pekerja asing masuk di Kota Cilegon, Cilegon harus menolak," katanya.

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkanya terdapat pekerja asing di Kota Cilegon yang mendapat gajih tiga kali lipat dibanding buruh lokal.

"Masa warga asing sama-sama bawa foklift saja gajihnya bisa tiga kali lipat dari kita, pekerja asing harus diantisipasi agar buruh Cilegon tidak kalah bersaing dengan buruh Korea," ujarnya.  

Ditempat yang sama, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mendukung agar pekerja asing tidak masuk di Kota Cilegon, sekalipun MEA berlangsung.

"Silahkan buruh membuat surat dan nanti akan saya teken, Disnaker akan saya anjurkan untuk tidak merekrut pekerja asing," katanya.  

Dijelaskan Iman banyak alasan yang akan dilakukannya untuk menolak kedatangan para pekerja asing terutama untuk mengentaskan angka pengangguran di Kota Cilegon.

"Boleh Mea berlangsung, tapi Cilegon menolak ini karena ini sudah ancaman bagi NKRI. Saya sudah disumpah oleh undang-undang dan Al quran untuk bisa mensejahterakan warga Cilegon," ujarnya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: