seputarbanten.com-CILEGON ,Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon mencatat serapan tenaga kerja di Cilegon kecil, yaitu hanya sebesar dua persen setiap bulannya. Itu karena, banyaknya perusahaan yang tidak memberikan informasi lowongan kerja terhadap publik. Selain itu, jumlah tenaga kerja di Cilegon juga didominasi oleh warga asing.

Data dari Disnaker Cilegon, jumlah pencari kerja pa April 2016 sebanyak 1.516 sedangkan yang sudah ditempatkan sebanyak 11 orang. Dari jumlah itu, 1.074 diantaranya laki-laki dan ditempatkan sebanyak satu orang, dan 442 perempuan dan 10 diantaranya sudah ditempatkan diperusahaan. Selain itu, jumlah WNA yang memperpanjang IMTA dan bekerja di Cilegon untuk 2014 sebanyak 1.308 orang, sedangkan untuk 2015 sebanyak 1.200 orang melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), dan 93 WNA yang mengurus IMTA di Disnaker Cilegon.

Kasi Pelatihan dan Penempatan Kerja Disnaker Cilegon Retno mengatakan, dari 1.308 mWNA yang ada di Cilegon mayoritas dari Korea, Cina, dan Jepang.

"Kebanyakan dari mereka yang ngurus IMTA sesuai dengan masa kerja yaitu antar empat sampai enam bulan, karena kebanyakan dibawah enam bulan," katanya, kemarin.

Selain Kemenaker kata dia, ada beberapa pihak yang bisa mengeluarkan dokumen IMTA, yakni Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon.

"Yang mengeluarkan IMTA itukan ada di Provinsi, kementrian, selain kami yang mengeluarkan. Kalau untuk perpanjangan IMTA yang diurus Disnaker ada 93 orang‎ selama 2016," katanya.

Meski sudah memiliki data para pekerja asing. Pihak Disnaker menduga masih ada beberapa pegawai asing yang belum melakukan perizinan IMTA. Oleh karena itu, dia berharap semua perusahaan yang ada di Cilegon agar segera melakukan permohonan IMTA demi kebaikan bersama.

"Tapi jumlah tenaga kerja juga bisa bertambah, karena bisa jadi masih ada tenaga kerja yang enggak ke data," ujarnya.

Disinggung mengenai pengawasan tenaga asing yang bekerja di Cilegon, dia menjelaskan, Disnaker selalu melakukan pengawasan dan Disinggung mengenai pengawasan tenaga asing yang bekerja di Cilegon, dia menjelaskan, Disnaker selalu melakukan pengawasan dan pengecekan kelengkapan dokumen ke setiap perusahaan yang ada di Cilegon.

"Kita cek ke perusahaan dengan pengawas, kalau enggak bener ya harus keluar dari tempat kerja," ujarnya.

Kadisnaker Erwin Harahap mengatakan,  permohonan perpanjangan IMTA harus dilakukan oleh para pekerja asing satu bulan sebelum habis masa berlakunya. Jika hal itu tidak dilakukan, pihaknya tidak segan untuk melakukan tindakan tegas.

"Sebulan sebelumnya harus memperpanjang, akan kita deportasi jika mereka tidak memperpanjang. Selama ini belum ada yang melanggar," katanya.

Disinggung mengenai persaingan dan kesempatan kerja antara tenaga lokal dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap masyarakat. Baik itu yang bersifat mandiri maupun bekerjasama dengan pihak perusahaan yang tersebar di Kota Baja.

"Pasti terjadi persaingan, ‎ makanya kita bekali mereka dengan keahlian seperti menjahit, las, crane, eskafator, dan lainya. Jadi di era MEA ini hal itu penting dilakukan, agar masyarakat Cilegon bisa bersaing dengan tenaga asing," ujarnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: