seputarbanten.com-MERAK, Dalam satu bulan belakangan ini (mei 2015 puskesmas pulomerak menangani lima pasien dihari yang berbeda dan kesemuanya memiliki kasus yang hampir sama.

Pasien yang datang kata Kepala puskesmas pulomerak, Dr.H. Faisal tidak memiliki riwayat sakit berat akan tetapi pada saat datang kepuskesmas mengalami sakit yang tidak jelas dan dirujuk ke RSUD dan meninggal dunia.

"Di duga kelima pasien tersebut akibat over dosis setelah mengonsumsi minuman keras (miras), karna sebelumnya tidak memiliki riwayat sakit apa pun,"Katanya

Dari kelima korban menurut Dr. Faisal berasal dari tiga lingkungan yang berbeda, yaitu lingkungan kelurahan tamansari dan mekarsari kecamatan pulomerak serta satu orang dari lingkungan cikuasa pantain kelurahan gerem kecamatan gerogol.

"Umur dari pasien rata-rata masih muda, dan sebagaian besar merupakan warga kecamatan pulomerak dan satu dari kecamatan grogol, karna lingkungan cikuasa lebih dekat maka akan dibawa ke puskesmas pulomerak,"Tuturnya.

Dr.faisal berharap masyarakat untuk bersama-sama dapet mencegah bertambahnya korban jiwa dan untuk mengurangi dampak yang lebih besar puskesmas pulomerak akam mengajak pihak kecamatan pulomerak dan unsur musfika lainnya untuk melakukan sosialisasi dampak dari mengonsumsi miras kepada masyarakat.

"Kita akan segera mengajak musfika untuk melakukan sosialisasi kemasyarakat agar dapat mencegah bertambahnya korban meninggal akibat mengkonsumsi miras,"Harapnya dihadapan camat dan lurah kecamatan pulomerak pagi tadi (2/5) saat pelaksanaan lomba balita sehat.

Sementara itu, camat pulomerak Johadi M sukur mengaku akan segera turun ke warung-warung yang menjual miras untuk mengurangi penyebab meninggalnya warga karna memgkonsumsi miras.

"Saya sudah dapat laporan dari puskesmas pulomerak, saya akan segera turun ke warung-warung penjual mirah, Bukan untuk menutup tetapi lebih kearah pengarahan dan sosialisasi akan dampak dari mengkomsumsi mirah,"Tegasnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: