seputarbanten.com-MERAK, Rencana pembongkaran warung remang-renang (Warem) di lingkungan cikuasa pantai dan kramat raya, menempati tanah PJKA, yang telah disepakati antara kelurahan gerem dan pemilik warem untuk membongkar bangunan tersebut tampa pada (30/5).

Akan tetapi sampai pertengahan bulan ini (16/5) tidak ada satupun pemilik warem yang mulai mempersiapkan pembongkaran tempat usahanya.

Kepada seputar banten, kepala kelurahan gerem, H. Samlawi mengatakan bahwa keinginan untuk membongkar sendiri bangunan tersebut pada tanggal 30 mei 2016, itu merupakan keinginan dari pihak pemilik warem.

"Mereka yang meminta tanggal 30 mei 2016 itu, kami memberikan kelonggaran dengan menyepakati keinginannya, akan tetapi jika mereka sendiri yang melanggar kesepakatan maka kami yang akan melakukan pembongkaran,"Katanya

Saat ditanya jika pada tanggal yang telah disepakati, tetapi bangunan tersebut tetap ada, Samlawi menjelaskan bahwa tanggal tersebut hanya batas akhir yang telah disepakati, dan jika pada tanggal tersebut tidak membongkar, pihaknya akan mengadakan rapat dengan musfika untuk menjadwalkan hari pembongkaran.

"Jika pada tanggal tersebut (30/5_red) pemilik warem tetap membandel, kami sebelum membongkar akan melakukan rapat persiapan pembongkaran oleh pemerintah, ini terkait waktu dan teknisnya,"Jelasnya kepada seputar banten.

Lebih lanjut, Samlawi mengaku dalam pembongkaran nanti bukan hanya 29 warem yang akan dibongkar tetapi 10 pemukiman warga di lingkungan keramat raya karna bangunan tersebut berada diatas pipa gas, serta beberapa tempat usaha di bahu jalan exit tol merak.

"Ada tiga titik yang akan kita bongkar diantaranya warem, rumah warga yang berada diatas pipa gas industri, dan juga tempat udaha seperti tambal ban dan warung yang memempati lahan hijau exit tol merak, yang baru saja di tanami pepohonan,"Tegasnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: