seputarbanten.com-LEBAK, Ribuan masyarakat di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak menghadiri tabligh akbar yang digelar atas kerjasama Muspika Kecamatan setempat dengan Gerakan Muda Mudi Islam Lebak (GMMIL). Kegiatan dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan 1437 H itu, masyarakat dimbau untuk menolak paham radikalisme yang mengedepankan idiologi jihadis dengan mengatas namakan Islam.

Imbauan tersebut disampaikan, karena maraknya paham raddikalis yang terjadi di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten seperti paham Khilafah Islamiya, Daulah Islamiyah dan paham ISIS yang dalam perjuangannya mengatas namakan Islam, namun bertentangan dengan ajaran Islam yang diajarkan Rosulullah, yaitu Islam Rahmatan lil alamin.

KH. Wawan Wahyudin dalam ceramahnya mengimbau kepada tokoh masyarakat, tokoh ormas Islam, agar pentingnya mewaspadai dan menyadari akan bahayanya penyebaran ideologi jihadis, yang dapat dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang 1945.

"Kita perlu ikut membentengi masyarakat dari penyebaran paham Islam radikal dan paham takfiri yang sekarang menurut pemantauan MUI telah masuk ke peloksok-peloksok," kata Wawan, di halaman Gedung MUI, Kecamatan Wanayasa, Senin (30/5).

Wawan meminta, agar aparat pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menjaga dan melindungi masyarakat yang rentan dimasuki paham Islam radikal yang justru berlawanan dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

"Kita harus menolak dan mencegah paham jihad pendukung ISIS, yang justru dapat merugikan diri sendri dan juga NKRI," tandasnya.

Ketua GMML Kabupaten Lebak Miftahul Hayat mengungkapkan, tujuan dari digelarnya kegiatan tersebut selain dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan juga dalam rangka mengantisipasi berkembangnya paham radikalisme yang dapat berkembang di wilayah tersebut.

"Menurut informasi yang kami terima paham-paham radikalisme sudah merambah ke peloksok-peloksok desa terkecil, tidak terkecuali di derah Kabupatan Lebak selatan. Pengajian ini dharapkan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat agar tidak terlibat dengan paham yang menyesatkan tersebut," ujar Miftah yang juga Wakil Ketua Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Kabupaten Lebak itu.(red)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: