seputarbanten.com-MERAK, Pelecehan seksual pada anak dibawah umur kian marak, terutama saat kontrol orang tua sedang lengah, dan menganggap putri mereka aman, seperti halnya kejadian pelecehan kepada empat orang yang dilaporkan kepihak kepolisian, saat anak-anak bermain odong-odong di kelurahan tamansari kecamatan pulomerak.

Kejadian ini tidak dilakukan sekali oleh pelakunya, yang merupakan supir odong-odong tersebut yang bernama darwin, pelaku selalu memegang kemaluan korban.

Seperti pengakuan Vn (6) korban yang menaiki mobil odong-odong dari depan rumahnya (17/5) dilingkungan baru kelurahan tamansari kecamatan pulomerak, pada jam 15:30 wib dengan sembilan orang penumpang lainnya.

Dalam perjalannannya yang melewati pasar baru merak, Vn dipegang kemaluannya sampai tiga kali, meski ia meronta untuk tidak dipegang tetapi supir tersebut diam saja.

"Jangan pegang-pegang,"kata korban kepada supir.

Sesaat korban berhenti meminta untuk jajan diwarung, tetapi saat vn akan menaiki kembali odong-odong tersebut supir kembali memegang kemaluan korban, Vn selalu naik odong-odong setiap sore hari dengan rute perjalanan dari rumah, menuju pasar baru merak dan kembali kerunah, dengan membayar dua ribu rupiah.

Keterangan ini juga dipertegas saksi mata, MN (29) pengurus rumah tangga, yang melihat kejadian tersebut, saat supir memegang kemaluan korban.

"Posisi supir turun dari mobil, dan memegang kemaluan korban dengan menggunakan tangan,"Tegasnya

Kejadian itu bukan hanya dialami oleh satu orang tersebut melainkan pada tanggal yang berbeda (10/5) tiga anak lainnya (Kn,Sk,Nv) juga pernah mendapatkan perlakuan yang sama,

Saat ini setelah pelaku diamankan polsek pulomerak diserahkan kepada unit perlindungan perempuan dan anak polres cilegon.

Sementara itu pelaku, Darwin (64) mengaku tidak sengaja melakukan tindakan asusila itu. Namun dirinya tidak membantah jika kejadian itu sering terjadi karena tidak dilakukan secara sengaja.

"Pas belokan gak sengaja ke pegang. Iya sering," akunya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres AKP Mohammad Ridzky membenarkan adanya penangkapan sopir odong-odong wilayah Pulomerak yang diduga melakukan tindak asusila kepada pelangganya yang rata-rata anak dibawah umur.

"Yang masuk laporan ada 4 org anak. Namun ada kemungkinan ada korban lainnya sekarang masih kita selidiki," katanya.

Ridzky menegaskan, apabial terbukti bersalah pelaku dapat dijerat dianggap melanggar Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

" Karena korbanya anak-anak, maka pelaku kita jerat dengan undang-undang perlindungan anak," tegasnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: