seputarbanten.com-GROGOL, pembongkaran warung remang-remang (Warem) dan Bangunan Liar (Bangli) yang direncanakan berjumlah 29 warem dan 11 bangli, hari ini (31/5) tidak sepenuhnya terbongkar.

Dalam pembongkaran tadi pagi, baru 10 warem yang terbongkar, pembongkaran terhenti saat baru saja membongkar 2 bangunan warem dilingkungan cukuasa pantai, lantaran mendapatkan protes dari warga karna 1 bangunan yang berada dilingkungan kramat raya tidak dibongkar, sementara dalam data warem yang tidak terbingkar tersebut masuk dalam data pembongkaran.

Akhirnya team pembongkar kembali ketempat yang dibongkar, akan tetapi pembongkaran dihentikan, menurut camat grogol, Hudri Hasun pihaknya akan melanjutkan pembongkaran pada jum'at sore (3/6).

"Saya akan lanjutkan pembongkaran, dan tidak akan pilih kasih, semua yang terdata akan dibongkar, saya akan pimpin langsung pembongkaran tersebut,"Tuturnya dihadapat warga

Hal yang sama di ungkap, Asda Asisten Daerah (Asda) 1 Pemerintah Kota Cilegon Taufiqurrohman, ia melihat pisik petugas yang membongkar telah kelelahan sehingga pembongkaran hari ini dihentikan, dan pada pembongkaran selanjutnya akan menggunakan alat berat.

"Melihat kondisi petugas yang sudah kelelahan yang sudah membongkar sejak pagi, karna pembingkaran dengan sistem manual, sehingga nanti pada jum'at pembongkaran akan kita lanjutkan menggunakan alat berat,"Ungkapnya

Sementara itu, Rd pemilik warem yang telah dibongkar bangunannya merasa puas dengan sikap camat dan kepala kelurahan gerem, yang mau kembali ketila ada warem yang belum dibongkar, meski pembongkaran dihentikan dan berlanjut jum'at.

"Saya salut dengan sikap lurah dan camat, yang mau kembali ketika warga protes dan sikap tegasnya yang akan melanjutkan pada jum'at nanti, tetapi jum'at nanti saya akan monitor jika masih tidak rata, kami akan protes keras,"Tegasnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: