seputarbanten.com-MERAK, Setelah siang tadi pihak kelurahan gerem melakukan penandaan kepada warung remang-remang (Warem), tadi malam (28/05), Pemilik warem dari 2 lingkungan cikuasa dan lingkungan keramat raya melakukan pertemuan.

Pertemuan dilakukan dirumah salah satu pemilik warem dilingkungan keramat raya , mereka berkumpul karna mereka pemilik warem merasa tidak adil terhadap penandaan yang tidak merata,

Dikatakan Rudi pemilik warem, setelah melakukan kordinasi dengan pemilik warem lainnya mengaku kekecewaan mereka terhadap team yang memberikat tanda pada bangunan warem yang tidak merata, karna dari data yang telah dicatat oleh kelurahan gerem, ada beberapa bangunan yang tidak diberikan tanda.

"Tadi saya mengikuti sampe akhir kegiatan penandaan warem,untuk yang dilingkungan keramat raya semuanya rata diberi tanda, tapi kenapa beberapa bangunan warem dilingkungan cukuasa pantai seperti dengan sengaja tidak diberitanda, petugas melewat tempat tersebut meski datanya jelas ada,"Katanya.

Rudi menginginkan kelurahan gerem dalam pembongkaran nanti dilakukan merata, terutama yang berada dilingkungan cikuasa pantai, ia telah trauma pada pembongkaran sebelumna yang pernah dilakukan kelurahan gerem.

"Kita pasrah jika ini sudah menjadi keputusan pemerintah, akan tetapi kami meminta tidak seperti tahun sebelumnya, dilingkungan cikuasa pantai warem tidak dibongkar sedangkan tempat kami rata dibongkar semua,"Pintanya

Pemilik lain, Toni mengindikasikan adanya permainan dari team yang memberikan tanda, karna ketika penyilangan team seakan sengaja melakukan kecurangan.

"Tdi sudah hampir dekat dengan warem bu war, tapi kenapa petugas malah ngelewat dengan alasan akan nandain di tol, kemudian ada beberapa warem yang sengaja ditandainya bukan pada tempat warem, padahal Rt setempat ikut dan tau mana yang dijadikan warem, seharusnya merata,"Jelasnya

Toni mengancam jika pada pelaksanaan pembongkaran oleh pemerintah tidak merata, ia dan pemilik warem lainnya akan menolak pembongkaran yang dilakukan pemerintah.

"Saya meminta pembongkaran nanti dimulai dari cikuasa pantai, hal ini karna pada tahun sebelunnya pembongkaran dari keramat dulu, cikuasa pantai di bongkarnya setengah hati, jika pembongkaran dilakukan setengah hati dan tidak merata kami akan lakukan penolakan,"Ancamnya

Dihubungi melalui sambungan telepon seluler, kepala kelurahan gerem, mengaku belum menerima laporan dari petugas yang memberikan tanda peda bangunan warem, terapi ia tidak akan pilih kasih dalam pembongkaran nanti, pihaknya akan mengacu pada data yang sudah ada.

"Saya akan cek kembali bangunan yang telah ditandai, jika benar masih ada yang belum ditandai saya akan berikan tanda, pada intinya saya akan rata dalam pembongkaran nanti karna saya tidak mau ada lagi bangunan warem dilingkungan kelurahan gerem,"Pengakuannya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: