seputarbanten.com-SERANG, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota serang, setiap kali melakukan razia dan penangkapan dari tindakan pelanggaran perda, selalu kebingungan dalam membina pelaku tindakan pelanggaran perda, seperti Pekerja Sek Komersil (PSK), Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan Dan Pengemis (Gepeng), hal ini dikarnakan pemerintah kota serang, belum memiliki rumah singgah.

Seperti yang diungkap kepala Satpol PP kota serang, Maman Lufti, Kepada seputar banten, ia mengaku bingung setelah melakukan penangkapan kepada pelaku pelanggaran perda yang meresahkan masyarakat dan memerlukan pembinaan.

"Jika pelaku pelanggaran perda ini mesti diberikan pembinaan, kami (Satpol PP_red) selalu kebingungan, karna pemerintah kota serang belum memiliki rumah singgah,"Tuturnya (19/5)

Maman menjelaskan, saat ini pihaknya hanya bisa melakukan penertiban saja, sementara jikalau ada pelaku yang mesti mendapatkan pembinaan, ia akan bekerjasama dengan pihak lain.

"Jika memang mendesak dan harus mendapatkan pembinaan, pelaku pelanggaran perda, kami akan menyerahkannya pada pihak lain, yang dapat melakukan pembinaan,"Jelasnya saat dutemui seputar banten diruang kerjanya.

Karna pentingnya rumah singgah bagi pelaku pelanggaran perda yang memerlukan pembinaan, Maman berharap pemerintah kota serang dapat membangun rumah singgah sendiri.

"Jika sudah ada rumah singgah, kita dapat melakukan pembinaan sendiri, sehingga hasil pembinaan dapat kita monitor, sehingga hasilnya tindakan pelaku yang meresahkan masyarakat dapat kita kurangi,"Harapnya.(Andreas)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: