seputarbanten.com-CILEGON, Cerita dua siswi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negri dikota Cilegon yang diduga mendapatkan pelecehan seksusual di dalam angkutan Kota (Angkot) jurusan Cilegon-Merak pada 18 april 2014.

Keduanya bersekolah pada sekolah yang sama dengan inisial korban RD (14) dan SA (14) ,SA merupakan warga Lingkungan gerem kelurahan gerem sedangkan RD merupakan warga lingkungan sukajadi Kelurahan mekarsari.

keduanya memaparkan kejadian pelecehan yang dialami, saat itu tepatnya pada pukul 14:00 keduanya akan pulang sekolah menuju kediaman masing-masing, menggunakan angkot jurusan merak naik dari gerbang sekolah dan di dalam angkot, sudah ada pria yang tidak dikenal dan diperkirakan ber-umur 35 tahun, cuaca pada saat itu hujan deras.

"Didalam perjalananan tepatnya di tikungan trasmigrasi gerem pria tersebut berpura-pura membersihkan jok mobil dan membuka kaca cendela, tetapi tangan si pria mencoba memegang pinggang saya (Sa_red), tetapi karna saya turun digerem raya kejadian terhenti,"Cerita SA

Sementara RD yang harus melanjutkan perjalanan dan masih dengan pria tersebut menuturkan tepatnya di jalan raya lingkungan statomer pria tersebut menatap RD sementara tangannya menggaruk-garuk alat dan membuka celananya sambil memperlihatkan alat kelamin pria tersebut, sementara kondisi mobil dalam keadaan pelan.

"Saya hanya diam ketakutan, karna saya menduga ada kerjasama dengan supir, Keadaan itu terjadi sampai saya turun dari mobil,"Tuturnya.

Di hari berukutnya saat SA akan berangakat sekolah menggunakan angkot yang berbeda, ia terkejut saat melihat supir angkot yang ia naiki adalah pria yang sama, yang telah melakukan pelecehan terhadapnya dihari sebelumnya.

"Ciri-ciri pria tersebut muka lonjong, mata bulat seperti mau keluar, kumis tebal, menggunakan batu akik warna hitam,"Terangnya.

Saat ini (16/5) kasus dugaan pelecehan seksual tersebut dalam penyelidikan polsek pulomerak.(Dewan),
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: