seputarbanten.com-MERAK, Penertiban warung remang-remang (Warem) dilingkungan cikuasa pantai dan lingkungan keramat yang telah direncanakan oleh keluraha gerem kecamatan grogol, pada tanggal 30 mei 2016 mendatang, mendapatkan dukungan dari wakil walikota cilegon.

Sebanyak 29 warem yang menempati dua lingkungan tersebut menempati tanah milik Perusahan Jawatan Kereta Api (PJKA) dan telah mendapatkan surat untuk pembongkaran sendiri dari kelurahan gerem (28/4).

Dalam suratnya Kepala kelurahan Gerem, H.Samlawi meminta warem agar membongkar sendiri, tetapi jika sampai batas waktu yang ditentukan pihaknya akan membongkar paksa warem tersebut.

"Jika pada batas yang ditentukan, maka kami akan membongkar paksa,"Cuplikan isi surat kepada pemilik warem.

Ditemui seusai membuka musyawarah kota (Muskot) Koni (11/5) dihotel mangku putra merak, wakil walikota cilegon, Edi Aryadi mendukung penertiban warem tersebut, pasalnya hal tersebut untuk penataan kota agar kota cilegon menjadi bersih dari kemaksiatan.

"Ini merupakan progran penataan kota, agar kota cilegon ini bersih dan nyaman dari kemaksiatan,"Tuturnya

Edi, meminta agar pemilik warem membongkar sendiri bangunan waremnya, tampa harus memaksa pemerintah untuk membongkar.

"Ikutilah saran pemerintah, jangan sampai terjadi pemaksaan pembongkaran,"Pintanya

Saat disinggung mengenai terkait 10 rumah warga keramat raya,yang berada diatas saluran pipa gas, yang meminta penangguhan pembongkaran, Edi belum mengetahui akan rencana tersebut.

"Kalau yang itu saya belum tau,"Ungkapnya

Edi, mengaku tidak akan trauma dengan kejadian diramanuju,yang mana pemilik tempat hiburan menggugat camat purwakarta.

"Ah gak akan terjadi, warga cilegon ini baik-baik,lagi pula untuk pembongkaran kita libatkan juga pihak kepolisian"Pengakuannya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: