seputarbanten.com-CILEGON, Maraknya pekerja asing ilegal dikota cilegon, dalam temuan beberapa lembaga swadaya masarakat (LSM) dan juga dinas tenaga kerja kota cilegon, mamun kinerja dari kantor imigrasi kota cilegon belum dapat maksimal.

Hal ini menurut Kasubsi Komunikasi Imigrasi Cilegon, Rudi Margono dikarnakan pihaknya untuk pengawasan terhadap pekerja asing yang berada diindustri masih kekurangan pegawai.

"Untuk dukumen orang asing yang masuk kota cilegon dapat di jamin keberadaannya, akan tetapi untuk jenisnya kami tidak dapat memastikan, karna kami masih kekurangan anggota untuk mengawasi keberadaan mereka,"Katanya kepada seputar banten (10/5).

Rudi menambahkan idealnya untuk petugas imigrasi dikota cilegon harus lebih dari lima puluh, saat ini petugas yang ada dikantor imigrasi cilegon kurang dari lima puluh orang,

"Saat ini jumlah pegawai dikami kurang dari lima puluh orang, sementara idealnya harus lebih dari 50 orang,"Tambahnya.

Selain kurangnya pegawai Rudi, menegaskan persoalan anggaran merupakan salah satu kendala pengawasan penyalah gunaan dukumen pendatang asing.

"Anggaran yang kurang membuat kesulitan kami dalam pebgawasan penyalah gunaan pendatang asing,"Tegasnya.

Rudi, menuturkan dengan adanya kendala-kendala tersebut, imigrasi cilegon akhir membentuk team pengawas dengan melibatkan semua unsur.

"Dari masyarakat, musfika hingga kepolisian yang tergabung dalam team tersebut,"tuturnya.

Rudi berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan kantir imigrasi, dengan melaporkan jika ditemui orang asing yang di duga menyalahi dukumen.

"Jika ada dugaan orang asing yang menyalahi dukumen, masyarakat diharapkan bisa melaporkan kegiatan kepada kantor imigrasi cilegon,"Harapnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: