seputarbanten.com-GEROGOL, Gencarnya pemerintah republik indonesia melalui kementerian kesehatan,dalam rangka menekan angka kematian ibu melahirkan dengan membuat fasilitas rumah tunggu dilingkungan masyarakat.

Rumah tunggu ini ditempatkan dekat dengan pasilitas kesehatan yang bisa menangani proses bersalin, begitupun dinas kesehatan kota cilegon yang juga gencar mensosialisasikan program tersebut.

Akan tetapi disayangkan oleh warga kelurahan kota sari kecamatan gerogol, Habib yang menyayangkan jika puskesmas grogol untuk rumah tunggunya harus bersatu dengan puskesmas pulomerak, menurutnya jarak dari kota sari menuju rumah tunggu yang dipulomerak amat jauh.

"Sementara puskesmas pulomerak memiliki dua rumah tunggu, kenapa di puskesmas grogol harus gabung dengan pulomerak, sememtara resiko kematian ibu dan bayi saat melahirkan sama,"Tuturnya setelah kemarin (2/5) menghadiri sosialisasi rumah tunggu dikelurahan kota sari

Habib, meminta setidaknya ada satu runah tunggu dilingkungan kecamatan gerogol ini, untuk mempermudah warga dan juga menimbulkan minat untuk bersalin dirumah sakit.

"Katanya program tersebut untuk membuat warga mau bersalin dirumah sakit, tetapi jika jaraknya jauh warga malah akan semakin enggan untuk menunggu persalinan dirumah tunggu,"Katanya

Saat ditemui, Dr Nipa, dokter puskesmas grogol dan juga penanggung jawab program tersebut mengaku bahwa rumah tunggu yang masih bersamaan dengan puskesmas pulomerak merupakan hasil pertimbangan dari puskesmas gerogol.

"Ini karna resti ibu hamil di puskesmas gerogol amat kecil sehingga untuk rumah tunggu bersalin di gerogol masih bersama drngan puskesmas pulomerak, dan ini merupakan keputusan dinas kesehatan kota cilegon,"Pengakuannya disela-seka lomba balita.

Sementara itu kepada seputar banten pada sosialisasi rumah tunggu dikecamatan pulomerak, Dr Novi kepala seksi kesehatan ibu dan anak dinas kesehatan kota cilegon menegaskan bahwa anggaran rumah tunggu kelahiran ini merupakan dana pusat yang cukup besar yang alokasinya untuk pasilitas rumah tunggunsendiri.

"Dana tersebut diperuntukan untuk menyewa tempat, makan dan trasportasi selama ibu hamil menunggu kelahirannya di rumah tunggu,"Tegasnya

Disisi lain kepala kelurahan kota sari, Deni Yuliandi berharap puskesmas gerogol dapat menyediakan rumah tunggu untuk warga kecamatan getogol, hal ini agar warga mudah dalam pelayanan tersebut

"Agar warga kota sari dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan saat ingin melahirkan setidaknya di kecamatan grogol ada fasilitas tersebut,"Harapnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: