seputarbanten.com-MERAK, Warga kelurahan lebak gede lingkungan Rt 01 Rw 03 hari ini (13/5), melakukan aksi tanda tangan penolakan terhadap salon puri yang berada dilingkungannya.

Aksi penolakan warga ini, menurut , Ahmad warga lingkungan Rt 01 lantaran salon tersebut telah meresahkan masyarakat, berupa jam buka salon yang melebihi jam aturan buka salon, selain itu salon pun menyediakan fasilitas diluar aturan salon.

"Seperti tempat karoke, pijet, dan juga menyediakan wanita malan serta minuman keras,"Katanya

Ahmad juga pernah menegor pemilik salon, namun ia mendapatkan jawaban yang dianggapnya tidak pantas dijawab.

"Kata pemilik salon saya mau dapet penghasilan dari mana mas, kalau gak kaya gini,"Cerita Ahmad kepada seputar banten.

Ahmad juga menyayangkan sikap pemilik rumah yang dikontrak oleh salon yang lepas tangan.

"Awalnya salon tersebut mengontrak bulan, tapi sekarang tahunan, sekarang pemilik rumah juga bingung dan lepastangan,"Terangnya

Ditemui ketua Rt 01, Masni mengaku pihaknya akan segera melayangkan surat dan tandatangan warga ini, kepada pihak kelurahan dan kecanatan.

"Saya akan segera berikan surat dan tandatangan warga ini, kepada kelurahan dan kecamatan,"Tegasnya

Sementara itu, Sekmat pulomerak Muhamad hata mengaku akan memanggil semua salon yang ada dilingkungan polomerak pada hari selasa (17/5) untuk diberikan sosialisasi tentang jam tutup salon.

"Kami telah sebarkan surat pemanggilan kepada semua salon, untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tentang jam tutup salon,"Terang

Ditempat berbeda, Kepala kelurahan Tamansari, Tb Edi Sugara yang juga telah memberikan surat peringatan ke satu pada salon di lingkungannya, karna salon-salon masih membandel, hari ini iya melayangkan surat peringatan ke 2 pada salon.

"Sesuai janji saya yang akan memberikan surat peringatan kedua pada salon, hari ini saya telah layangkan surat peringatan ke-2,"Sambungnya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: