seputarbanten.com-CILEGON, Sejumlah warga Kelurahan Kepuh menolak perluasan lahan seluas 15 hektare untuk pembuatan Smelter yang dilakukan oleh PT Indofero. Warga menilai, perluasan itu hanya akan memberikan dampak yang buruk dan tidak dilengkapi dengan izin yang resmi dari pemerintah.

Penolakan itu karena sudah banyak bukti yang menunjukan bahawa perluasan lahan itu hanya akan menyengsarakan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan.

“Untuk itu kita minta ada pemantauan terhadap baku mutu udara disekitarnya", imbuhnya.

Dedi warga setempat menilai, perluasan lahan cacat hukum dan belum dilengkapi dengan izin yang ada.

“Saya nolak perluasan ini, jangan ada pembangunan soalnya cacat hukum,” ujarnya.

Lurah Kepuh Bustanul Arifin mengatakan, persoalan perizinan Amdal yang dilakukan oleh perusahaan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada warga.

“pembuangan limbah diperhatikan, dan tidak menyalahi aturan Amdal saja,” katanya.

Pihaknya tidak akan memberikan komentar lebih jauh terkait rencana perluasan lahan yang dilakukan oleh PT Indofero, karena semuanya diserahkan kembali kepada masyarakat.

“Nanti kita akan melakukan pertemuan lanjutan dan kita akan meminta MoU terlebih dahulu,” tukasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Indofero Sutrisno mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu selama enam bulan kedepan.

“Kita pelan-pelan akan memperbaiki dan anggota kebersihan sudah ada,” katanya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: