seputarbanten.com-SERANG,Ketua DPD PAN Kota Serang, Erwin Muchlisin beserta beberapa pengurusnya  mengunjungi salah satu warga Lingkungan Pabuaran RT 013/004,Kelurahan Pabuara, Kecamatan Walantaka,Kota Serang yang sebagian rumahnya ambruk terkena dampak dari hujan terus menerus minggu lalu (18/06).

Erwin Menjelaskan, bahwa kunjungan yang dilakukan bersama Para Pengurus DPD bukanlah hal yang disengaja,Dirinya Mengaku mengetahui kabar tersebut dari DPC PAN Walantaka saat kegiatan safari ramadhan tengah dilakukan (21/06) “Saya dapat kabar dari DPC kecamatan Walantaka,dan ini hanya bentuk perhatian serta rasa kemanusian saja

” kata erwin.Selain itu,dirinya juga menyatakan prihatin dengan musibah yang menimpa Keluarga Safaat (75)dan Sumsiah (65),bahkan erwin sangat terkejut ketika mengetahui belum adanya bantuan dari Dinas terkait dan kelurahan setempat kepada Pasutri renta tersebut.‘’Saya kira musibah yang dialami Bapak Safaat dan Ibu Sumsiah sangat patut mendapat perhatian serta bantuan dari pemerintah dan masyarakat baik dalam bentuk moril dan materilnya’’Ujarnya.

Erwin juga menambahkan,Bahwa apa yang sedang menimpa keluarga Safaat harus segera ditindak lanjuti agar korban dapat kembali menjalani kehidupannya dengan normal ’’ Hal ini harus segera ditangani secepatnya karena dilihat dari kondisi korban yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak,sehingga korban dapat kembali melakukan aktivitasnya dengan tenang’’ Imbuh

Ditempat yang sama,Safaat (75) pemilik rumah, menceritakan ikhwal peristiwa yang menimpa dirinya bersama Sumsiah (65) istrinya, yang saat kejadian (18/06) sekira jam 22.00 wib,keduanya tengah membersihkan lantai bekas rembesan air hujan yang masuk melalui sela-sela dinding yang masih terbuat dari batu bata dan tanah liat itu

’’Tiba tiba saja saya mendengar suara retakan kayu penyangga atap seperti mau roboh,lalu saya memanggil istri saya memintanya untuk masuk ke dalam,dan benar saja baru beberapa detik saya dan istri saya masuk, atap rumah roboh lalu disusul ambruknya dinding rumah’’Ungkap

Safaat kepada wartawan.Esok harinya safaat dengan istrinya dan dibantu anak-anaknya membersihkan bongkahan kayu dan genteng yang berserakan

“Alhamdulilah anak-anak saya datang membantu membersihkan bongkahan kayu dan bata yang menumpuk,namun sayang mereka tidak dapat berbuat banyak karena kondisi ekonomi mereka (anak-anak safaat) juga sama seperti saya’’ Ujarnya.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa dan luka-luka,namun korban sangat shock dengan apa yang telah menimpanya,pasalnya korban merasa bingung dan tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya dikarenakan korban sudah tidak lagi bekerja.(Andreas)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: