seputarbanten.com -SERANG, Pemerintah kota serang, melalui peraturan daerah (Perda), bahwa memasuki bulan suci ramadhan berencana menurunkan harga daging disejumlah pasar dikota serang di haruskan turun, dari yang semula seratus dua puluh ribu rupiah kini menjadi delapan puluh ribu rupiah.

Rencana penurunan harga yang begitu draktis ini,menuai protes dari sejumlah pedagang terutama pedagang daging di pasar rau serang.

Menurut pedagang daging pasar rau serang Iwan, protes pedagang ini lantaran meruginya sejumlah pedagang, karna harga jual yang ditentukan pemerintah tidak seimbang dengan pembelian daging.

"Harga beli daging saat ini cukup tinggi, jika kita menjual dengan harga yang ditentukan pemerintah jelas omset yang kita dapat cukup kecil bahkan merugi,"Tuturnya

Iwan menambahkan, Jika pedagang mesti mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemerintah, bisa dimungkinkan banyak pedagang yang akan gulung tiker karena merugi.

"Kalau pembeli yang pasti senang dengan turunnya harga ini, terapi pedagang bisa gulung tikar,"Tambahnya.

Sementara itu manager pasar rau serang Khairuz jaman, mengungkapka pemerintah seharusnya terlebih dahulu dibicarakan dengan pedagang, agar penurunan harga daging ini tidak memberatkan pedagang.

"Seharusnya pemerintah terlebih dahulu mengkaji harga beli daging sehingga tidak terlalu memberatkan pedagang,"Ungkapnya

Khairuz , berharap pemerintah dapat mengurungkan rencana tersebut, akan tetapi pemerintah dalam penurunan harga daging tersebut, terlebih dahulu membicarakan dengan pedagang, agar tidak ada yang dirugikan.

"Agar tidak ada yang dirugikan, jika pemerintah ingin menurunkan harga daging dibulan puasa ini, terlebih dahulu pemerintah melihat banyak aspek,"Harapnya.(Andreas)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: