seputarbanten.com-CILEGON, HS (53), warga Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol ditetapkan sebagai pelaku pencabulan, Jumat (24/6). Setelah sebelumnya, warga melaporkan pelaku ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cilegon karena diduga mencabuli anak di bawah umur pada Rabu (22/6) kemarin.

Kanit PPA Polres Cilegon Ipda Heni Pancawati mengatakan, pelaku diduga telah melakukan tindakan pencabulan terhadap dua anak dibawah umur.

Sebelumnya diinformasikan pelaku telah melakukan pencabulan terhadap 5 anak dibawah umur yang juga tetangga pelaku.  

"Korbanya bukan lima tapi hanya dua. Karena hanya dua orang korban yang melapor," katanya

Menurut Heni, meski pihaknya sudah menetapkan HS sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur. Namun dari barang bukti yang dimilikinya dari hasil visum rumah sakit umum daerah (RSUD) tidak terlalu kuat. Sebab, tidak ada bekas adanya kekerasan terhadap kemaluan korbannya.  

"Pelaku pencabulan. Tapi unsurnya tipis, karena tidak ada bekas pencabulan terhadap korbannya," ujarnya.   

Heni menegaskan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.   

"Tersangka sudah kita tahan. Karena korban dibawah umur akan kita jerang dengan undang-undang perlindungan anak," tegasnya.  

Sebelumnya, orangtua korban, AB mengatakan, pelaku diduga sudah sering melakukan aksi pencabulan. Sebab, sebelum kejadian itu terungkap, pada pertengahan awal Juni lalu, anaknya juga sempat mengeluh kesakitan di bagian kemaluannya. Namun anaknya tidak menceritakan perbuatan pelaku.  

"Setengah bulan yang lalu anak saya pincang karena sakit di bagian itunya. Tapi dia tidak cerita kalau sakitnya itu disebabkan karena apa," katanya

Menurut AB, saat melakukan aksi bejatnya, pelaku mengiming-imingi jajanan anak dan uang Rp2 ribu. Kejadian itu dilakukan di dalam kamar dan ditonton oleh korban lainnya saat istri HS berada diluar rumah.   

"Pelaku ini punya warung. Jadi anak-anak suka jajan di sana. Saat melakukannya pelaku memberi es dan uang," ujarnya.  

AB mengungkapkan, selain anaknya, masih ada empat anak di bawah unur yang menjadi korban pelaku. Namun untuk saat ini baru ada dua korban yang melaporkan perbuatan bejat pelaku kepada pihak kepolisian.  

"Semua ada lima orang. Yang tiga orang tidak terlalu parah hanya dipegang-pegang, sedangkan dua orang termasuk anak saya yang paling parah. Keempat korban selain tetangga rumah pelaku juga ada korban dari tetangga kampung," ungkapnya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: