seputarbamten.com-SERANG Ormas-ormas Islam, organisasi mahasiswa dan sekumpulan umat katoliq dikota serang, bersama-sama melakukan aksi penolakan penghapusan perda, (16/6)

Aksi tersebut dilakukan di empat titik dikota serang yakni, di Alun-alun Kota Serang, kantor Satpol PP, Kantor Pemerintahan dan Kantor DPRD.

Menurut Korlap dari Himpunan Mahasiswa Serang(Hamas), Andi Rohaeni, Aksi yang dilakukan bertujuan untuk menolak penghapusan Perda no 2 tahun 2010 tentang pencegahan, pemberantasan, dan penanggulangan penyakit masyarakat. Hal ini dikarnakan atas penilaian, bahwa perda tersebut telah berjalan selama 6 tahun, dan tidak bisa begitu saja dihapuskan.

"Pemerintah Kota Serang ini harus tegas, jangan lembek. Harus kuat dan pantang menyerah dalam membela kebenaran," ungkap Andi ditengah-tengah aksi

Lanjutnya Andi, aksi gabungan yang dilakukan ini merupakan bentuk penolakan dari masyarakat Kota Serang mengenai akan adanya penghapusan Perda No 2 tahun 2010.

"Karena kalau sampai perda ini dihapus, saya kira pencegahan dan penanggulangan penyakit masyarakat di Kota Serang dalam bulan suci ramadan tidak akan bisa diatasi. Bahkan kalau sampai benar-benar di cabut perda ini, Kota Serang pun akan menjadi buruk karena menumpuknya peyakit masyarakat di Bulan Suci ramadan ini,"Lanjutnya

Sementara itu, Kepala Umat Katoliq Kota Serang, Sanjaya mengaku mendukung apa yang dilakukan oleh ormas-ormas islam di Kota Serang, dan tidak setuju dengan adanya penghapusan perda tersebut.

"Ini bisa jadi menyebabkan suatu gesekan dimana akan adanya perpecahan antar agama. Karena kita ini bagaikan satu perahu, bocor satu bocor semua," pungkas Sanjaya.(Andreas)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: