seputarbanten.com-SERANG, Meski sudah dibongkar oleh satuan polisi pamong peraja (Satpol pp) kota serang, pedagang kaki lima (PKL) yang menempati bahu jalan di pasar induk Rau kota serang berani membangun kembali lapaknya.

Menurut salah satu pedang yang tidak mau disebutkan namanya, keberanian mereka bukan karna tidak ber-alasan, hal ini dikarnakan pedagang telah memberikan iyuran kepada oknum aparat.

"Kami setiap hari membayara iyuran yang besarnya Rp 5000 dan ada juga yang Rp 10000,"Katanya

Iyuran tersebut, menjadikan pedagang tersebut berpikir kalau tempat tersebut diperbolehkan untuk tempat berdagang.

"Kita sudah bayar,maka kita anggap kita boleh memempati lahan ini,"Jelasnya


Sementara itu ditemui pengunjung pasar Rau, Neni mengaku terganggu dengan adanya pedagang yang menempati bahu jalan, karna jalanan menjadi macet.

"Gara-gara banyaknya pedagang kaki lima kami kurang nyaman, dan juga arus lalu lintas juga terganggu,"Pengakuannya.

Neni berharap satpol pp kota serang dapat menindak keberadaan PKL yang telah membuat pengunjung pasar tidaknyaman dengan memindahkan PKL ditempat yang layak.

"Agar tidak mengganggu pengunjung pasar yang ingin masuk kepasar, satpol pp harus bertindak tegas dengan memindahkan mereka (PKL_Red) pada tempat yang layak,"Harapnya.(Teguh)

neni berharap katanya "para pedagang kaki lima diatur kembali oleh pihak sat pol-pp agar tidak menganggu jalanan karna neni merasa terganggu jalannya di penuhi para pedagang kaki lima.
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: