seputarbanten.com-CILEGON,Kota Cilegon sampai saat ini belum mempunyai Tempat pelelangan Ikan (TPI). Padahal, TPI menjadi salah satu sarana penting bagi nelayan untuk menjual hasil tangkapannya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon Yayan Hambali mengatakan, dirinya sering mendapat keluhan dari nelayan terkait dengan kemana nelayan akan menjual hasil tangkapannya. Selama ini, nelayan di wilayah Cilegon menjual hasil tangkapannya ke tengkulak.

“Selain ke tengkulak kadang menjual langsung ke pengecer. Tetapai kalau tengkulak pas tidak ada, mereka (nelayan-red) juga bingung akan menjual hasil tangkapannya kemana,” katanya,

Lebih lanjut,Yayan hasil tangkapan yang dijual kepada tengkulak terkadang harganya miring, sementara tengkulak sendiri menjual kepada pengecer bisa mahal. Permasalahan bagi nelayan terkait kebingungannya menjuual ikan karena tidak adanya TPI.

“Nelayan menjual kepada tengkulak dengan harga murah karena terpaksa, daripada ikannya dibawa pulang semua untuk konsumsi sendiri, mereka (nelayan-red) tidak mendapat uang,”Lanjutnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, memang berencana membangun TPI di sekitar Terminal Terpadu Merak (TTM). Kata Yayan, pihaknya kurang setuju jika TPI akan dibangun di dekat TTM. Sebab, di daerah tersebut arus lalu lintas kapal besar cukup padat dan dapat menjadi masalah bagi nelayan yang hanya menggunakan ketinting.

“Kami inginnya kalau dibangun TPI disekitar Merak Beach Hotel, nanti kami coba usulkan kepada pemerintah ,”Ujarnua

Yayan menegaskan, nelayan di Cilegon yang terdata oleh Dinas Kelautan sekitar 608 nelayan. Akan tetapi, jumlah tersebut masih bisa lebih banyak karena ada nelayan yang tidak terdata. Sedangkan hasil tangkapan ikan nelayan di Cilegon cukup besar, meski per harinya tidak menentu.

“Rata-rata satu nelayan bisa mencapai tiga kilogram ikan per hari, jika jumlah nelayan sendiri ada 600 lebih berarti hampir dua ton ikan per hari bisa masuk TPI,”Tegasnya

Yayan menambahkan, dengan dibangunnya TPI akan menghasilkan manfaat yang banyak. TPI juga bisa menjadi tempat parkir kapal nelayan, karena nelayan di Cilegon sendiri untuk mendapat lahan parkir kapal juga minim. Selain itu, nelayan juga mendapat kepastian tempat untuk menjual ikan. Dengan adanya TPI, diharap nelayan bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi tanpa melalui tengkulak, sehingga kesejahteraan nelayan bisa terangkat. 

“Dari TPI nantinya juga bisa mendorong pendapatana daerah, karena di TPI sendiri kan ada tempat parkir dan retribusi dari hasil penjualanyang bisa menjadi pundi-pundi pendapatan daerah. Masyarakat  juga bisa mendapat ikan segar langsung dari nelayan,” imbuhnya.

Sementara itu Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan, Pemkot Cilegon telah menyiapkan lahan untuk pembuatan TPI. Lahan untuk rencana pembangunan TPI disekitar TTM. Akan tetapi, dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sehingga pembangunan TPI belum terealisasi.

“Sesuai dengan peraturan Kementrian Kelauatan dan Perikanan, pemerintah daerah disarankan untuk menyediakan tata ruang laut termasuk untuk nelayan. Nanti kita koordinasikan dengan SKPD terkait . Saya juga setuju, dengan adanya perindustrian, perdagangan dan jasa, tidak boleh menyingkirkan bidang lainnya termasuk nelayan. Di sekitar Merak Beach Hotel juga sebenarya cocok untuk ruang publik kelautan, nanti akan kita kaji,” katanya(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: