seputarbanten.com-MERAK, Jalan Komplek arga baja kelurahan kota sari kecamatan grogol, di bulan romadhon ramai dijadikan sebagai tempat jalan-jalan sore menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit , sehingga ini dimanfaatkan oleh sebagaian orang untuk menjual menu berbuka puasa,

Akan tetapi dalam perjalanan terjadi perselisihan antara Organisasi Kepemudaan (OKP), Persatuan Pemuda Sumur menjangan (PPSM) dengan pengurus Rukun Tetangga (Rt), terkait uang kontribusi yang ditarik oleh LSM tersebut.

Adanya komplik menjadikan kepala kelurahan kota sari, Deni Yuliandi mengundang kedua berselisih tersebut untuk melakukan musyawarah dimasjid Al-Isro yang berada di komplek Arga baja, Malam ini (15/6).

Dalam musyawarah yang dipimpin kepala keluran kota sari, dan dihadiri pengurus Rt, Rw, ketua PPSM dan pemuda sumur menjangan, Bukan hanya membahas persolan pungutan pasar romadhon, tetapi juga ada persoalan pungutan lain terhadap pedagang kaki lima yang menempati jalan dan pasum di komplek arga baja.

Dalam pemantauan seputar banten dimusyawarah tersebut, pihak pengurus Rt mempertanyakan maksud dari PPSM mengambil alih pungutan yang sudah lama dikelola pengurus Rt, namun dari jawaban yang dilontarkan PPSM dan argumen Rt Rw tidak menemui kasa sepakat.

Rapat yang semakin malam, akhirnya kepala kelurahan kota sari, Deni Yuliandi mengambil langkah dengan memutuskan pengelolaan pasar romadhon yang dilakukan oleh PPSM hanya sampai dengan akhir romadhon saja, namun untukpengelolaan warung selanjutnya akan berjalan sebagaimana sebelumnya.

"Untuk pengelolaan yang sekarang berjalan (Pasar romadhon),terus dikelola PPSM sampai akhir romadhon, dan pengelolaan pungutan selanjutnya (Setelah romadhon) akan berjalan seperti semula),"Tuturnya.

Deni meminta keputusan dapat diterima dan jika masih menui komplik, pihaknya akan meminta pemerintah kota untuk bertindak tegas, membubarkan kegiatan warung dan pedagang kakilima yang ada.

"Tidak ada yang saya berikan ijin, untuk persoalan pungutan namun karna ini untuk kegiatan kemasyarakatan saya minta tidak terjadi komplil lagi, dan jika konplik masih terjadi saya akan bubarkan kegiatannya dan meminta bantuan satpol pp untuk membubarkan,"Tegasnya.

Dari keputusan itu, Penasehat PPSM Sahruji, menyepakati apa yang diputuskan kepala kelurahan dan siap mematuhinya, sementara hasil dari pungutan itu akan dipergunakan untuk memberikan bantuan kepada yatim piatu.

"Tanggal 26 nanti kami akan melaksanakan bantuan kepada yatim piyatu saat buka puasa nantu,"Tuturnya

Sementara Ketua Rw, Raul mendukung keinginan lurah yang akan membongkar kegiatan yang ada dengan menggantikan menjadikan lahan terbuka hijau.

"Semula kami yang mengelola namun saat ini diambil alih PPSM, sehingga Rt 14 yang semula ada pemasukan untuk kegiatan warga sekarang tidak ada,"Katanya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: