seputarbanten.com-PULOMERAK, Pulau yang jaraknya sekitar 2 mil dari Pelabuhan Penyeberangan Merak selain menyimpan keindahan alam, ada fenomena menarik di Pulau Tempurung. Disana sering dijadikan lokasi bunuh diri oleh sejumlah penumpang kapal yang diduga defresi dalam persoalan kehidupan.

Tercatat, pada tahun 2016 ini dari Januari hingga Mei ini sedikitnya tiga orang penumpang melakukan aksi lompat dari atas kapal di area Pulau Tempurung. Dari tiga korban, 1 orang dapat diselamatkan dan 2 orang lainnya hingga saat ini belum ditemukan.

Anehnya, setiap kali penumpang yang jatuh diarea itu sulit ditemukan baik tanda-tanda maupun jasad korban. Bahkan ada saja gangguan alam yang mempersulit pencarian korban seperti, cuaca buruk dan kabut yang menutupi penglihatan tim keselamatan.

Hal itu diakui oleh Kepala Badan Search and Resque Nasional (Basarnas) wilayah Banten, Hairoe Amir Abyan mengaku pada saat pencarian korban yang jatuh di pertengahan Juni 2016 lalu. Pencarian korban terhambat oleh kabut tebal di area jatuhnya korban.

"Jarak pandang kita hanya 200 meter tertutup kabut. Kondisi itu menyulitkan kami untuk melakukan pencarian," katanya

Hairoe mengungkapkan, meski pencarian di perluas ke wilayah lainnya. Namun korban hingga saat ini tidak dapat ditemukan oleh tim SAR. Sampai akhirnya pencarian dihentikan.

"Kita sudah perluas hingga Suralaya tapi tidak juga ditemukan jasadnya," ungkapnya.

Pulau tempurung sering terjadi penomena penumpang melompat ke laut juga dibenarkan Kepala SAR PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Penyeberangan Merak, Radmiadi mengaku tidak mengaku tidak tau persis jumlah penumpang yang jatuh di Pulau Tempurung. Namun dalam catatan tahun 2016 ini ada sekitar 3 orang penumpang.

"Memang sering, kalau 2015 saya tidak tau persis jumlahnya berapa. Mau bilang 4, 5 orang takut salah. Tapi memang tahun ini ada 3 orang yang melompat disana 2 orang sampai sekarang tidak ketemu," katanya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: