seputarbanten.com-GROGOL, Kantor kecamatan grogol, Pagi ini (20/6) didatangi oknum yang diduga aparat TNI berinisial, Ef, kedatangan Ef ke-kantor camat grogol ini karna tidak terima dengan bangunan rumah ade kandungnya,yang berada dilingkungan kramat raya kelurahan gerem ikut dibongkar dalam pembongkaran warung remang-remang (Warem) yang dilakukan kecamatan gerogol pada 3 juni 2016 lalu.

Ef yang datang bersama lima orang lainnya menuntut ganti rugi atas pembongkaran rumah adenya tersebut yang atas nama suparman bin rasid, karna dianggap telah menyalahi aturan. Dan Ef dengan nada yang sangat keras mengancam kepala kecamatan grogol.

Menurut suparman, kecamatan gerogol salah sasaran dalam membongkar bangunannya karna bangunannya bukan lah warem dan kesalahan lainnya saat pembongkaran tersebut pihaknya sedang tidak ada dirumah yang akan dibongkar, sehingga barang pribadi yang amat berharga miliknya ada yang hilang.

"Celengan milik saya yang ditaksir isinya ada 20 juta rupiah hilang, karna pada saat pembongkaran saya tidak dirumah,"Tuturnya

Suparman juga menambahkan bangunan miliknya bukanlah warem yang didugakan oleh pihak kecamatan,melainkan tempat penyewaan orgen tunggal yang dalam seminggu 2 kali melakukan latihan saat malam hari.

"Saya sudah dianjurkan untuk membuat surat pernyataan bahwa bangunan saya bukan warem, namun tiga kali datang ke kantor kelurahan, namun kepala kelurahan gerem tidak pernah ada dikantornya,"Tambahnya.

Suparman menegaskan jika dalam satu minggu tuntutannya tidak dikabulkan, pihaknya akan adukan masalah ini keranah hukum.

"Jika dalam satu minggu ini, camat grogol tidak menuruti keinginan kami, saya akan adukan ke ranah hukum,"Jelasnya.

Sementara itu camat kecamatan grogol, Hudri Hasun mendanggapi hal tersebut, tidak akan menuruti keinginan dari suparman, lantaran apa yang iya lakukan telah sesuai aturan.

"Sebelum membongkar warem, kita terlebih dahulu bertanya dengan masyarakat lingkungan sekitar, mana saja bangunan yang dijadikan warem, dan bangunan milik suparman itu termasuk didalamnya, sehingga kami tidak menyalahi aturan dalam pembongkaran karna sudah tiga kali dipanggil rapat dan tiga kali surat peringatan,"Tanggapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Hudri hasun mengaku mendapatkan ancaman dari Ef, karna ancaman tersebut ia langsung melaporkan kepada walikota cilegon.

"Jika dalam satu minggu camat tidak mengabulkan tuntutnya, kalau tidak camat yang mati saya yang mati,"Ancam Ef Kata camat.

Meski mendapatkan ancaman, Hudri mengatakan akan tetap melakukan pembokaran tahan selanjutnya,pada bulan sawal nanti.

"kita akan lakukan pembongkaran tahap ke-3, meski ada ancaman, kita akan lakukan pembongkaran pada bulan sawal,"Katanya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: