seputarbanten.com-CILEGON, Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Polres Cilegon dan TNI mendatangi sejumlah tempat hiburan malam di Kota Cilegon dan memasang segel berupa aturan dilarang beroperasi selama Ramadan, Rabu (1/6) malam.

Informasinya, penyegelan yang dilakukan oleh petugas gabungan itu dilakukan sekira pukul 22.30 WIB ‎ke tempat hiburan X3 di Bintang Swalayan. Petugas yang datang dengan menggunakan tiga unit mobil itu langsung naik ke lantai dua dan memasang segel berupa surat Walikota Cilegon bernomor 556.322/1170/POLPP/2016 mengenai Penutupan Penyelengaraan Hiburan dan Restoran/Rumah Makan Selama Ramadan.

Kedatangan para petugas secara tiba-tiba ini sontak membuat pekerja di X3 kaget karena di sangka akan melakukan razia hiburan malam. Namun setelah diberikan informasi kepada para pekerja dan pengelola tempat hiburan, bahwa kedatangan petugas gabungan itu merupakan tindak lanjut dari rapat yang dilakukan di DPRD Cilegon kemarin. Setelah selesai memberikan penjelasan, kemudian para petugas langsung menempelkan segel itu di pintu masuk, ruang karaoke, dan tempat lainnya.

Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Pol PP Cilegon Endang Sudrajat mengatakan,‎ hal itu dilakukan sebagai kelanjutan dari pertemuan yang digelar sehari sebelumnya antara para pemilik tempat hiburan, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat se Cilegon.

"Kita kerjakan ini sesuai dengan aturan dan perintah, bahwa selama Ramadan enggak boleh ada tempat hiburan malam yang beroperasi," katanya, kemarin.

Endang mengatakan, tempat hiburan yang menyediakan fasilitas karaoke, musik hidup baik sarana penunjang maupun usaha khusus dilarang beroperasi sejak 3 Juni hingga 10 Juli mendatang. Sedangkan untuk pengusaha restoran, rumah makan, warung nasi dan lainnya boleh beroperasi namun sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga tidak mengganggu masyarakat yang menjalankan ibadan puasa. "Kalau untuk warung nasi atau yang menjual makanan, boleh beroperasi tetapi setelah pukul 16.00 WIB," ujarnya.

Sementara itu kasi perundang-undangan Satpol PP Cilegon Chairul Hasan mengatakan, jumlah tempat hiburan malam di Cilegon sebanyak 28. sesuai dengan surat edaran Walikota Cilegon, maka semuanya diminta agar tidak beroperasi selama bulan Ramadan dan harus menutupnya sejak tiga hari menjelang Ramadan.‎

"Acuan kita adalam surat instruksi walikota cilegon nomor: 556.322/1170/POLPP/2016 yang menyatakan kepada pengelola maupun pengusaha baik itu biliyar, karaoke singing hall dan live music sebagai sarana penunjang maupun sarana khusus untuk menutup kegiatannya dan berlaku tanggal 03 Juni hingga 10 Juli 2014," ujarnya.

Lanjut Chairul, apabila selama bulan suci ramadan tersebut ditemukan tempat hiburan yang tidak mentaati surat instruksi walikota cilegon, pihaknya tidak segan-segan akan menutup tempat hiburan malam tersebut.

“kita akan tindak tegas terhadap pengusaha hiburan malam yang membandel, dan surat instruksi walikota cilegon akan kita tempel di seluruh tempat hiburan malam, juga di seluruh restoran siap saji dan rumah makan demi menjaga kenyamanan dan ketenangan umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa” tukasnya‎.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: