seputarbanten.com-SERANG, Kedatangan kemenentrian dalam negri (Kemendagri), ke rumah makan ibu seni bersama rombongan satpol pp provinsi banten, dalam rangka memberikan bantuan kepada ibu saeni yang rumah rumah makannya dirazia, dimanfaatkan kepala satpol pp provinsi banten untuk bercurhat. Namun curhatannya itu tidak ditanggapi oleh direktur kemendagri.

Curhat kepala satpol pp provinsi banten, Basri dihadapan Direktur Kemendagri, Asadullah yang datang mewakili Dirjen Mendagri, Tjahjo Kumolo, menurutnya seharusnya ibu denin berterimakasih atas razia yang dilakukan satpol pp.

"Seharusnya ibu senin berterimakasih kepada kami (Satpol pp) karna telah dirazia, kalau masyarakat yang mengambil tindakan akan seperti apa,"Curhatnya.

Basri juga menambahkan, yang satpol pp lakukan sudah sesuai aturan tetapi ada pemelintiran dalam berita, sehingga kami disalahkan.

"Ini kan ada pemelintiran berita, sebenerna makanan yang dibawa kami bisa diambil sore harinya,"lanjutnya

Curhatan lain datang dari Kasi Penegakan Perda, Satpol PP Kota Serang, Pamisri mengaku, setelah razia diwarung makan ibu saeni, satpol pp ke-esokan harinya melakukan razia di kafe dan restoran,

"Bukan hanya warteg dan rumah makan saja yang kami razia, kami pun merazia restoran dan kafe ke-esokan harinya,"Akunya.

Curhat yang dilakukan satpol pp ini tidak dihiraukan oleh Asadullah direktur kemendagri, menurutnya kedatangannya ke warung ibu senin hanya sebatas memberikan bantuan, bukan mendengarkan curhatan dari satpol pp.

“Tidak perlu di dengar, yang penting saya datang kesini hanya menyampaikan amanah saja untuk memberikan bantuan. Sebagai bentuk simpati dan empati dari kami,"Katanya

Akan tetapi Asadullah berharap, kejadian ini jangan sampai terulang kembali. Satpol pp mengambil dagangan milik orang saat razia.

"Cukup diberikan peringatan, dan sangsi saja. Jangan sampai makananya disita-sita seperti begitu,” Tutupnya(andreas). 
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: