seputarbanten.com-BUDAYA, Perairan tergenang (lentik), khususnya danau, mengalami stratifikasi secara vertikal akibat perbedaan intensitas cahaya dan perbedaan suhu.

Selain itu, danau juga tidak memiliki arus, sehingga residence time-nya lebih lama. Perairan tergenang juga memiliki stratifikasi kualitas air secara vertikal yang tergantung pada kedalaman dan musim.

Dari hasil penelitian Irma Juliana W Jurusan perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. yang dilakukan Zonase perairan tergenang terbagi menjadi dua, yaitu zona benthos dan zona kolom air, tujuan peneletian ini untuk mengetahui potensi dan keragaman organisme yang berada di Situ Cibanten, dengan metode langsung menyaring bagian dasar daerah alir sungai  Situ Cibanten, dan mengukur Suhu,DO, TDS, pH dan Arus, penelitian ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 7 Mei 2016 pukul 09,00 sampai dengan selesai di Situ Cibanten ciomas, Kabupaten Serang, Banten.

Perairan tergenang (lentik), khususnya danau, mengalami stratifikasi secara vertikal akibat perbedaan intensitas cahaya dan perbedaan suhu. Selain itu, danau juga tidak memiliki arus, sehingga residence time-nya lebih lama.

Perairan tergenang juga memiliki stratifikasi kualitas air secara vertikal yang tergantung pada kedalaman dan musim. Zonase perairan tergenang terbagi menjadi dua, yaitu zona benthos dan zona kolom air.

Berdasarkan tingkat kesuburannya, perairan tergenang dapat dibedakan menjadi oligotrofik (miskin hara), meso. trofik (haranya sedang), eutrofik (kaya unsur hara). (Effendi,2003).

Ciri-ciri ekosistem lentik antara lain arusnya stagnan (hampir tidak ada arus), organismenya tidak terlalu membutuhkan adaptasi khusus, ada stratifikasi suhu, substrat dasar berupa lumpur halus, residence time-nya relatif lebih lama.

Selain itu juga pada ekosistem tergenang kadar oksigen yang terlarut tidak terlalu besar karena keadaan arusnya yang tenang.

Organisme yang mendiami perairan tergenang cenderung beragam dan pH perairannya berkisar antara 6,0-7,0 (Odum, 1971).Seperti diketahui, Sejarah Situ Cibanten sendiri yakni, berada di Kampung Mesigit Desa Suka Bares Kecamatan Ciomas Kabupaten Serang.

Berdasarkan hasil Pantauan air di situ yang memiliki luas ± 0,5 hektare memiliki air yang  jernih namun kondisinya ku¬rang terawat.

Bahkan di dasar Situ dipenuhi rumput liar seperti eceng gondok. Tempat ini merupakan riam kecil berdiameter sekitar 75 m yang merupakan mata air dan mengalir menjadi Sungai Cibanten yang berfungsi selain untuk mengairi pesawahan, juga merupakan tempat resapan air. 

Sungai ini berhilir di Kota Serang, melewati Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, dan Kasemen. Selain itu di sepanjang Sungai Cibanten, terdapat situs-situs yang berkaitan dengan berbagai babak perkembangan daerah Banten, yaitu, Kasunyatan, Odel, Kelapadua, Serang dan kota lama Banten Girang.(Teguh)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: