seputarbanten.com-MERAK, Kepala kelurahan gerem keluhkan tidak adanya mobil patroli trantib dikecamatan grogol, karna hal ini memperpersulit kelurahan dalam melakukan penegakan perda K3 (ketertiban, Keindahan, dan Keamanan) dilingkungan gerem.

Menurut kepala kelurahan gerem, H.Samlawi pihaknya kesulitan dalam melakukan pengawasan dilingkungannya yang rawan akan tindak kriminal dan banyaknya Wanita Tuna Susila (WTS).

"Lingkungan kita yang rawan tindak kejahatan dan WTS yang sering mangkal di lingkungan cikuasa pantai dan keramat raya, untuk pengawasannya kita amat kesulitan karna tidak adanya mobil patroli,"Tuturnya.

Samlawi, mengaku pihaknya sudah sering melakukan pengajuan kepada pemerintah kota cilegon, namun sampai saat ini belum ada realisasi dalam pengajuaannya.

"Saat ini kita hanya menugaskan kasi trantib untuk melakukan patroli, akan tetapi itu tidak epektif karna tidak membuat epek jera, jika ada mobil patroli wts yang mangkal kita bisa amankan dengan kendaraan tersebut,"Akunya.

Ditemui terpisah, warga gerem H.Haerudin untuk menangani WTS yang mangkal dicikuasa pantai dan tindakan kriminal yang sering terjadi, peranan dari pengurus Rukun tetangga (Rt) dilingkungan tersebut amat penting.

"Ketua Rt dilingkungan tersebut harus lah tegas dalam memberantas wts yang sering mangkal dilingkungannya,"Jelasnya

Haerudin menyayangkan banyaknya WTS yang mangkal dilingkungan tersebut, namun pihak pengurus Rt tidak dapat menindak.

"Seharusnya ketua Rt selaku kepanjang tanganan dari kelurahan dapat menindak dan melarang Wts mangkal dilingkungannya, Tetapi dibulan puasa ini masih banyak WTS yang mangkal, yang saya pertanyakan sekarang kinerja pengurus Rt apa aja dalam menyikapi hal tersebut,"Tegasnya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: